JNE Pekanbaru Dengarkan Keluhan Customer

Dengan gayanya yang santai , Branch Manager JNE Pekanbaru Hui Mandra mendatangi satu demi satu meja customer.

JNE Pekanbaru Dengarkan Keluhan Customer
TribunPekanbaru/Firmauli Sihaloho
JNE Express Pekanbaru saat menyantuni 27 anak panti asuhan beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dengan gayanya yang santai , Branch Manager JNE Pekanbaru Hui Mandra mendatangi satu demi satu meja customer.

Ia menyapa dan mengajak mereka berbincang, khususnya mengenai layanan perusahaan jasa pengiriman dan logistik itu, dalam kegiatan bertajuk “Ngopi Seru JNE Pekanbaru”, Kamis (11/4/2019) sore.

Bukan hanya Hui Mandra. Pimpinan dan staf dalam jajaran manajemen JNE Pekanbaru yang sore itu menjamu para customer di Bread Boutique (Bread & Cafe), Jalan Gatot Subroto, Pekanbaru, melakukan hal sama.

Seorang pelanggan yang merupakan pemilik toko online mengemukakan, pelanggannya berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Terutama kota-kota besar, seperti Surabaya dan Medan.

Secara umum ia merasa puas dengan layanan JNE dalam pengiriman barang ke pemesan. Namun begitu, ia mempertanyakan lamanya pengiriman barang ke wilayah Indonesia timur.

Menanggapi keluhan itu, Hui Mandra mengatakan pengiriman barang ke wilayah Indonesia timur memang tidak semudah dibandingkan di wilayah barat. Ini terkait dengan kelengkapan infrastruktur dan jaringan transportasi.

“Apalagi ke wilayah Palu (Sulawesi Tengah) dan sekitarnya, yang baru berusaha bangkit setelah porak-poranda diguncang gempa dan tsunami,” papar Hui.

Kepada Tribun, Hui Mandra mengatakan pihaknya perlu masukan dan usulan dengan mendengarkannya langsung dari pelanggan mereka. “Sehingga kita bisa melakukan perbaikan dalam meningkatkan pelayanan,” ujarnya.

Hui mengungkapkan, banyak hal yang ia dapatkan dalam bincang-bincang dengan para customer sore itu.
Di bagian lain, Hui Mandra mengemukakan dampak kenaikan ongkos pesawat terhadap bisnis jasa pengiriman dan logistik.

Semula pihaknya berharap ongkos pesawat bisa kembali turun, tapi itu tak terwujud. Karena itulah, setelah melalui berbagai pertimbangan, tarif pengiriman dinaikkan.

“Kenaikan tarif rata-rata 40 persen. Ini mau tak mau harus dilakukan demi menjaga kelangsungan bisnis perusahaan,” ujarnya. (aha)

Editor: kasri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved