Rokan Hulu

Bupati Rohul & Menteri BUMN Tanam Perdana Program Peremajaan Sawit Rakyat di Desa Kumain Rohul Riau

PTPN V akan melakukan pembinaan dari penananaman dan pemupukan. Pada saat yang sama petani jangan khawatir, karena mereka tetap bekerja

Bupati Rohul & Menteri BUMN Tanam Perdana Program Peremajaan Sawit Rakyat di Desa Kumain Rohul Riau
Tribunpekanbaru.com/Donny
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno didampingi Gubernur Riau Syamsuar, Bupati Rohul H Sukiman meresmikan peremajaan 725 hektare sawit di Desa Kumain, Kecamatan Tandun, Rohul. 

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN- Dalam upaya meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan masyarakat, ‎Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meresmikan peremajaan tanaman kelapa sawit plasma seluas 32.996 hektare melalui program "BUMN Untuk Sawit Rakyat" di lima Kabupaten di Provinsi Riau.

Dari lima kabupaten di Provinsi Riau, kabupaten Rokan hulu (Rohul) menjadi salah satu kabupaten yang ‎mendapat program peremajaan tanaman kelapa sawit.

Bahkan, di kabupaten Rohul, Menteri BUMN Rini Soemarno yang didampingi Gubernur Riau, Syamsuar mengunjungi di Negeri Seribu Suluk, dan disambut langsung oleh Bupati Rohul, H. Sukiman, Kapolres Rohul AKBP M. Hasyim Risahondua SIK M,Si dan Dirut Direkut Utama PTPN V, Jatmiko K Santosa.

Dalam kunjungannya, Menteri BUMN Rini Soemarno mengungkapkan, peremajaan 725 hektare sawit di Desa Kumain, Kecamatan Tandun, Rohul, merupakan langkah awal Pemerintah mendorong program tersebut lebih luas di Provinsi Riau.

Baca: Meriah, Malam Pembukaan MTQ XIX Kabupaten Rohul 2019 Dihiasi Pesta Kembang Api

Diakuinya, Presiden sudah melihat banyak sekali plasma-plasma yang memasuki satu siklus. Berarti produktivitasnya sangat menurun, jadi melalui Peremajaan Sawit Rakyat ini, bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Hari ini program perdana penanaman sawit bersama-sama dengan KUD Makarti Jaya ini adalah program yang kita harapkan nantinya ini betul-betul bisa memperbaiki kehidupan dan kemakmuran dari para petani sawit plasma," katanya.

Ia menjelaskan, BUMN Untuk Sawit Rakyat yang dilaksanakan di Riau merupakan program jangka panjang peremajaan sawit plasma atau sawit milik masyarakat yang bekerja sama dengan PT Perusahaan Perkebunan Nusantara V (PTPN V) dan Perbankan dibawah BUMN, seperti Bank BNI, Mandiri dan BRI. Program tersebut berlangsung pada 2019 hingga 2025.

Baca: Pemberkasan 18 April 2019, 51 Guru dan 48 Penyuluh Lulus PPPK di Rohul

Untuk 2019 ini, tambahnya, peremajaan sawit di Riau diawali di lahan seluas 4.996 hektare. Selanjutnya, pada 2020 hingga 2025 mendatang, ditargetkan 28.000 hektare lahan sawit masyarakat lainnya yang diremajakan di lima kabupaten, yakni Kabupaten Siak, Rokan Hulu, Indragiri Hulu, Rokan Hilir dan Kampar.

Rini menerangkan, dalam pelaksanaan program tersebut, Pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) memberikan hibah sebesar Rp 25 juta kepada setiap petani pada lahan dua hektare. Namun, dia mengakui angka tersebut tidak cukup untuk melakukan peremajaan sawit.

"Pendanaan Rp25 juta. Memang tidak cukup. Peremajaan itu perlu sedikitnya Rp 58 juta. Jadi itu Rp25 juta diberikan tidak harus dikembalikan. Kemudian kita kombinasikan dengan kredit usaha rakat Rp33 juta. Bunga 7 persen dari bank BUMN," terangnya.

Halaman
123
Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved