Rokan Hulu

Disparbud Rohul Segera Bukukan Tradisi Mandai Ulu Taon dan Rumah Rarangan

Kepala Disparbud Rokan Hulu (Rohul), Yusmar segera membuat buku tentang sejarah tradisi Mandai Ulu Taon, Rumah Rarangan Boru Namora Suri Andung Jati.

Disparbud Rohul Segera Bukukan Tradisi Mandai Ulu Taon dan Rumah Rarangan
istimewa
Bupati Rohul H Sukiman menghadiri acara Mandai Ulu Taon, tradisi masyarakat Mandailing beberapa waktu lalu. 

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN - Kepala Disparbud Rokan Hulu (Rohul), Yusmar akan segera membuat buku tentang sejarah tradisi Mandai Ulu Taon, Rumah Rarangan Boru Namora Suri Andung Jati, dan sejarah pertama kalinya masyarakat Mandailing datang ke Kabupaten Rohul.

Hal ini sebagai tindak lanjut dari instruksi Bupati Rohul H Sukiman untuk membukukan sejarah tradisi Mandai Ulu Taon, agar dikenal khalayak dan generasi muda.

Yusmar menjelaskan, hal membutuhkan waktu cukup lama, sebab harus dilakukan study serta seminar, dan harus didudukkan bersama.

Untuk mengenalkan Rumah Rarangan ini, Disparbud berencana membuat even tingkat Sumatera yang berhubungan dengan suku Mandailing.

"Kita akan menindak lanjuti dengan melakukan study, karena banyak versi tentang sejarah tradisi Mandai Ulu Taon serta Rumah Rarangan Boru Namora Suri Andung Jati," katanya, Jumat (12/4/2019).

Yusmar menjelaskan, sesuai penjelasan tokoh masyarakat Damri Nasution, Mandai Ulu Taon merupakan tradisi masyarakat Mandailing di Rohul, dan dilakukan setiap tahun setelah masa panen raya.

Acara itu juga sebagai ajang silaturrahmi dan membangun gotong royong masyarakat Mandailing, sebab mulai masak nasi dan daging kerbau, serta makan bersama dilakukan secara bersama-sama.

"Namun kita masih mencari referensi-referensi dari tokoh-tokoh Mandailing di tempat lain, sehingga sejarah ini benar-benar bisa dipertanggungjawabkan, " imbuhnya.

Bupati Rohul Sukiman, didampingi Sekda H Abdul Haris juga sempat menghadiri tradisi Mandai Ulu Taon di Desa Adat Rambah Tengah Barat, Kecamatan Rambah, Rabu (10/4/2019) lalu.

Rombongan disambut masyarakat Mandailing dari tujuh kampung atau napituhuta, dan tari tor-tor.

Bupati juga meresmikan Balai Adat Pertemuan dan Rumah Rarangan Boru Namora Suri Andung Jati, sekaligus mengikuti Mandai Ulu Taon (makan bersama) di Huta Kaiti.

"Tradisi Mandai Ulu Taon ini sangat baik, karena dapat mempertebal rasa kegotongroyongan masyarakat Mandailing, dan akan memberikan pemahaman kepada generasi muda ke depan," ujar Sukiman. (Tribunpekanbaru.com/donny kusuma putra)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved