Pekanbaru

Selesai Jalani Karantina, Begini Kondisi Luka Bekas Kena Jerat Pemburu di Kaki Harimau Inung Rio

Satwa langka dan dilindungi tersebut, kini sedang berada di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatra Dharmasraya (PRHSD).

Selesai Jalani Karantina, Begini Kondisi Luka Bekas Kena Jerat Pemburu di Kaki Harimau Inung Rio
BBKSDA Riau
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama pihak terkait lainnya berhasil menyelamatkan satwa Harimau Sumatera di Desa Sangar, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, berdasarkan keterangan pers yang disuarkan BBKSDA Riau. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kepala Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono, menyampaikan perkembangan kondisi Harimau Sumatra Inung Rio.

Dimana, harimau malang ini terkena jerat pemburu di wilayah restorasi ekosistem di Desa Sangar, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, beberapa waktu lalu.

Lokasi Inung Rio terkena jerat pemburu ini, juga masuk wilayah kerja PT. Gemilang Citra Nusantara (RAPP Group).

Satwa langka dan dilindungi tersebut, kini sedang berada di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatra Dharmasraya (PRHSD).

Suharyono mengatakan, masa karantina Inung Rio selama 14 hari sudah selesai.

Baca: Seekor Harimau Sudah Dievakuasi, Kini Si Belang Lainnya Kembali Beraksi di Pelalawan Riau

Baca: Teror Harimau di Labuhan Bilik,19 Kambing Menghilang, Sapi Diserang, Anjing Dibunuh Tanpa Disantap

Baca: Kakinya Luka Hingga Membusuk Bekas Kena Jerat, Harimau Inung Rio Alami Infeksi Stadium 3 dan Tumor

Evakuasi seekor Harimau Sumatera berjenis kelamin jantan yang terjerat di wilayah restorasi ekosistem hutan di Desa Sangar, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan.
Evakuasi seekor Harimau Sumatera berjenis kelamin jantan yang terjerat di wilayah restorasi ekosistem hutan di Desa Sangar, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. (BBKSDA Riau)

Terhitung mulai 29 Maret 2019 sampai dengan 11 April 2019.

"Proses kesembuhan luka jerat menunjukan progres yang baik, tampak luka mulai menutup dengan kedalaman luka yang mendangkal," kata Suharyono, Jumat pagi.

Meski demikian katanya, treatment pemberian obat-obatan masih terus berlanjut.

"Aktivitas Inung Rio terlihat sering berinteraksi dengan Bonita (Harimau Sumatra yang dievakuasi dari Inhil). Nafsu makannya saat ini juga sangat baik," terang dia.

Sebelumnya, pasca dievakuasi ke PRHSD, harimau berjenis kelamin jantan dengan bobot sekitar 90 kilogram itu, telah menjalani serangkaian pemeriksaan.

Mulai dari pengukuran tubuh (Morfometri), pemeriksaan kesehatan secara keseluruhan, koleksi sampel, pemeriksaan USG, dan pengobatan kaki kiri depan yang terkena jerat.

"Terdapat 3 luka laserasi bagian medial kaki kiri merupakan bagian terparah dengan infeksi stadium 3 yang telah terbentuk jaringan nekrotik (jaringan membusuk)," sebut Suharyono saat itu.

Lanjutnya, infeksi itu memiliki diameter luka 4 cm, kedalaman 3 cm. Dari dokumentasi visual foto, hal ini terlihat jelas.

"Lalu ada biopsi jaringan (hyperplasia mukosa), sejenis tumor pada bagian mulut rahang bawah dan akan diperiksa lebih lanjut ke laboratorium, apakah tumor ganas atau tumor jinak," paparnya lagi.

(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved