Siak

Spot Terbaik di Kampung Bunsur, Dispar Siak Paparkan Kesiapan Sambut Gerhana Matahari Cincin

Kepala Dispar Siak Fauzi Asni memaparkan kesiapan penyambutan Gerhana Matahari Cincin (GMC) 2019 pada rakor bersama LAPAN di Bandung.

Spot Terbaik di Kampung Bunsur, Dispar Siak Paparkan Kesiapan Sambut Gerhana Matahari Cincin
guardianlv.com
Ilustrasi Gerhana Matahari Cincin (GMC). 

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Siak Fauzi Asni memaparkan kesiapan penyambutan Gerhana Matahari Cincin (GMC) 2019 pada rakor bersama Lembaga Pusat Sains dan Antariksa Nasional (LAPAN), Jumat (12/4/2019) di kantor LAPAN Bandung.

Fauzi menyampaikan, terkait GMC tersebut sudah dibahas sejak tahun 2017 yang lalu. Siak salah satu daerah lintasan gerhana matahari dan LAPAN sudah menetapkan spot terbaiknya berada di Kampung Bunsur, Kecamatan Sungai Apit.

"Walau masih lama, namun gaung GMC sudah kami buat dengan melakukan grand launcing GMC 2019 di lokasi titik pengamatan lapangan Bunsur," kata dia.

Fauzi melanjutkan, grand launcing GMC 2019 pada 15 Februari lalu, dihadiri Bupati Siak yang masa itu masih dijabat Syamsuar. Pihaknya bakal menyambut baik para tamu, masyarakat dan pengamat yang ingin melihat GMC bersama masyarakat di Siak.

Pihaknya juga menyiapkan sejumlah event dalam menyambuat GMC tersebut. Seperti lameran fotografi tentang objek wisata, pemutaran film budaya, culture night festival, serta ritual keagamaan seperti zikir, doa dan melakukan salat gerhana.

"Kami akan menindak lanjuti hasil rakor ini bersama kawan-kawan akademisi dari kampus-kampus yang ada di Riau," kata dia.

GMC bakal terjadi pada 26 Desember 2019 dan akan melintasi berbagai kota di Indonesia.

Kepala LAPAN Clara Yatini mengatakan, GMC diharapkan tidak sekadar fenomena alam yang lewat begitu saja. Namun momen tersebut memiliki nilai bagi masyarakat, saintifik dan juga tantangan bagi para pengamat untuk bisa menghasilkan amatan yang baik.

"Kita berharap event GMC 2019 jangan lewat begitu saja, karena ia memiliki makna yang lebih dari sekadar fenomena alam yang mungkin bisa terjadi untuk kita amati," kata dia. (Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved