Rokan Hulu

Targetkan 28.000 Hektare di 5 Kabupaten, Menteri BUMN Tanam Perdana Program Peremajaan Sawit Rakyat

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meresmikan peremajaan tanaman kelapa sawit plasma

Targetkan 28.000 Hektare di 5 Kabupaten, Menteri BUMN Tanam Perdana Program Peremajaan Sawit Rakyat
Tribunpekanbaru.com/Donny
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno didampingi Gubernur Riau Syamsuar, Bupati Rohul H Sukiman meresmikan peremajaan tanaman kelapa sawit plasma. 

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meresmikan peremajaan tanaman kelapa sawit plasma seluas 32.996 hektare melalui program, ‘BUMN untuk Sawit Rakyat’ di lima kabupaten di Provinsi Riau, termasuk Rokan Hulu (Rohul).

Saat berada di Rohul, Menteri Rini Soemarno yang didampingi Gubernur Riau Syamsuar disambut oleh Bupati Rohul H Sukiman, Kapolres Rohul AKBP M Hasyim Risahondua SIK MSi dan Dirut PTPN V Jatmiko K Santosa.

Rini mengungkapkan, peremajaan 725 hektare sawit di Desa Kumain, Kecamatan Tandun, Rohul, merupakan langkah awal pemerintah mendorong program tersebut lebih luas di Riau.

Presiden sudah melihat banyak sekali plasma-plasma yang memasuki satu siklus. Berarti produktivitasnya sangat menurun, jadi melalui peremajaan sawit rakyat ini, bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Hari ini program perdana penanaman sawit bersama-sama dengan KUD Makarti Jaya ini adalah program yang kita harapkan nantinya ini betul-betul bisa memperbaiki kehidupan dan kemakmuran dari para petani sawit plasma," katanya, Jumat (12/4).

Ia menjelaskan, BUMN untuk Sawit Rakyat yang dilaksanakan di Riau merupakan program jangka panjang peremajaan sawit plasma yang bekerja sama dengan PTPN V dan Perbankan di bawah BUMN, seperti Bank BNI, Mandiri dan BRI. Program tersebut berlangsung pada 2019 hingga 2025.

Untuk 2019 ini, peremajaan sawit di Riau diawali di lahan seluas 4.996 hektare.

Selanjutnya, pada 2020 hingga 2025. Ditargetkan 28.000 hektare lahan sawit masyarakat diremajakan di lima kabupaten, yakni Siak, Rokan Hulu, Indragiri Hulu, Rokan Hilir dan Kampar.

Rini menerangkan, dalam pelaksanaan program tersebut, pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) memberikan hibah sebesar Rp 25 juta kepada setiap petani pada lahan 2 hektare. Namun, dia mengakui angka tersebut tidak cukup untuk melakukan peremajaan sawit.

"Pendanaan Rp25 juta. Memang tidak cukup. Peremajaan itu perlu sedikitnya Rp 58 juta. Jadi itu Rp25 juta diberikan tidak harus dikembalikan. Kemudian kita kombinasikan dengan kredit usaha rakat Rp33 juta. Bunga 7 persen dari bank BUMN," terangnya.

Halaman
123
Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved