Siak

Kejari Siak Keluarkan Direktur PT DSI dari Rutan Siak Riau pada Sore Jumat

Kejari Siak mengeluarkan Direktur PT DSI Suratno Konadi dari Rumah Tahanan (Rutan) klas II Siak Sri Indrapura, Jumat

Kejari Siak Keluarkan Direktur PT DSI dari Rutan Siak Riau pada Sore Jumat
Net
Ilustrasi - sel tahanan. 

Kejari Siak Keluarkan Direktur PT DSI dari Rutan Siak Riau pada Sore Jumat

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Kejari Siak mengeluarkan Direktur PT Duta Swakarya Indah (DSI) Suratno Konadi dari Rumah Tahanan (Rutan) klas II Siak Sri Indrapura, Jumat (12/4/2019) sore.

Padahal sebelumnya, Kejari Siak menahan tersangka pemalsuan SK Menhut tersebut dengan alasan tidak kooperatif selama penyidikan serta pernah ditetapkan DPO oleh Polda Riau.

Informasi tersebut dibenarkan oleh Kepala Rutan Klas II Siak Sri Indrapura, Gatot Suariyoko kala dikonfirmasi Tribunsiak.com, Minggu (14/4/2019). Gatot menyebut, pihak Kejari Siak datang ke Rutan mengeluarkan tahanan pada Jumat sore.

"Karena tahanan itu titipan Kejari, maka Kejari yang berwewenang. Saat Kejari mengeluarkan tahanannya kita tentu tidak punya wewenang kecuali bagi tahanan yang sudah divonis pengadilan," kata Gatot.

Baca: VIDEO: Jadwal Live Streaming Barcelona vs Manchester United, Leg 2 Babak 8 Besar Liga Champions 2019

Gatot menerangkan, Suratno Konadi itu baru mendekam di ruangan Mapenaling Rutan Siak selama 3 hari. Pada hari ketiga pihak Kejari sudah mengeluarkannya untuk pengalihan status penahanan menjadi tahanan kota.

"Kami tidak berwewenang lebih jauh, karena tahanan itu tahanan Kejari silakan saja konfirmasi ke Kejari," tutup Gatot.

Kepala Kejari Siak Herry Hermanus Horo melalui Kasi Pidum Kejari Siak, Zikrullah membenarkan penjemputan tahanan tersebut. Alasannya, ada pihak keluarga tersangka Suratno yang mengajukan permohonan kepadanya untuk pengalihan tahanan.

"Ya, kemarin dikeluarkan dari Rutan Siak, dikarenakan dari pihak keluarga mengajukan permohonan pengalihan tahanan dan menjamin bahwa Suratno Konadi kooperatif," kata Zikrullah kepada Tribunsiak.com.

Atas alasan-alasan tersebut, kata dia, maka pihaknya menganggap dapat dialihkn penahananya. Meskipun awalnya pihaknya menetapkan penahanan Suratno karena tidak kooperatif saat penyidikan.

Halaman
1234
Penulis: Mayonal Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved