Berita Riau

Operasikan Truk Kelebihan Tonase, Perusahaan Pengrusak Jalan di Riau Akan Dicek Izinnya

Maraknya truk yang kelebihan muatan dan ukuran tersebut membuat jalan di Riau menjadi cepat rusak.Sehingga Kuras anggaran untuk memperbaikinya

Operasikan Truk Kelebihan Tonase, Perusahaan Pengrusak Jalan di Riau Akan Dicek Izinnya
Tribun Pekanbaru
Tim Penegakan Hukum Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah (Wil) IV Riau-Kepri mengamankan empat unit truk yang masuk dalam katagori Over Dimensi dan Over Loading (ODOL). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Akibat ulah perusahaan yang mengangkut CPO, kayu, sawit, batubara tidak sesuai standar tersebut membuat anggaran pemerintah terkuras untuk perbaikan jalan yang rusak.

"Kerusakan jalan di Riau ini tidak sebanding dengan sumbangan pajak yang diberikan oleh perusahaan-perusahaan yang mengoperasikan kendaraan Odol tersebut. Jalan kita hancur karena mereka (perusahaan), sedangkan yang lewat jalan itu kan banyak, bukan mereka (perusahaan) saja. Kalau jalanya hancur, masyarakat jadi terganggu," kata Anggota Komisi IV DPRD Riau, Asri Auzar, Minggu (14/4/2019).

Maraknya truk yang kelebihan muatan dan ukuran tersebut membuat jalan di Riau menjadi cepat rusak.

Sehingga banyak anggaran yang dihabiskan untuk memperbaikinya. Bahkan nilainya, mencapai ratusan miliar rupiah.

"Kalau aturan truk Odol ini bisa kita tegakkan, ada sekian ratus miliar bisa kita selamatkan. Anggaran itu kan bisa kita gunakan untuk yang lain. Misalnya fasilitas pendidikan, kesehatan, dan fasilitas umum lainya. Jadi tidak hanya untuk memperbaiki jalan rusak saja," katanya.

Baca: Truk Odol Sebabkan Jalan di Riau Rusak, Dadang: Jangankan Setahun, Hitungan Bulan Saja Jalan Hancur

Baca: Banyak Jalan Rusak dan Juga Rugikan Pemerintah, Gubernur Riau Dukung Pemberantasan ODOL

Pihaknya berharap, perusahaan-perusahaan yang mengoperasikan truk Odol tersebut harus ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Bahkan pihaknya tidak hanya mengecek persoalan truk Odol saja. Namun juga akan berdampak terhadap persoalannya.

"Kita akan turun ke lapangan dan masuk ke perusahaan-perusahaan yang menghancurkan jalan ini. Nanti sekalian kita cek izinya, limbahnya, kita lihat juga tenaga kerjanya, terakhir baru kita angkutanya. Apakah sudah sesuai aturan atau belum. Kalau belum, kita bersama aparat akan tindak tegas," kataya.

Sebelumnya, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah IV, Provinsi Riau dan Kepulauan Riau, Syaifudin Ajie Panatagama, mengungkapkan fakta mengejutkan terkait banyaknya kendaraan tonase besar yang tidak sesuai standar di Riau. BPTD Wilayah IV mencatat dari 30 ribu kendaraan tonase besar yang beroperasi di Riau, 93 persen melanggar Odol.

"Berdasarkan data statistik kendaraan tonase besar yang melewati jembatan timbang, 93 persen dari 30 ribu unit itu melanggar Odol. Kita perkirakan jumlahnya sekitar 28 ribuan yang melanggar Odol," kata Ajie.

Halaman
123
Penulis: Syaiful Misgio
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved