Bek Tira Persikabo, Zoubairou Garba, Rela Diet Demi Postur Ideal

Pemain belakang Tira Persikabo, Zoubairou Garba, merasa fisiknya belum ideal untuk mengawal lini belakang timnya di Liga 1 nanti.

Bek Tira Persikabo, Zoubairou Garba, Rela Diet Demi Postur Ideal
dok tira persikabo
Bek naturalisasi Tira Persikabo, Zoubairou Garba

tribunpekanbaru.com - Bek naturalisasi Tira Persikabo, Zoubairou Garba, terus berupaya keras untuk mengembalikan kondisi fisiknya. Saat bergabung dengan Tira Persikabo, mantan bek PSIS Semarang itu memang dalam kondisi tubuh yang tidak ideal.

Nama pemain kelahiran Kamerun itu memang tidak terdengar dalam beberapa tahun terakhir di pentas sepakbola nasional. Dalam dua tahun terakhir, dia memilih berkarier di klub Timor Leste.

Untuk mengembalikan kondisi tubuhnya ke bentuk ideal, pemain berusia 33 tahun itu rela melakukan diet.

"Target untuk kembali, saya butuh kembali. Vakum itu mungkin tidak ikut liga di sini, dua tahun terakhir saya ikut di Liga Timor Leste, cuma karena liga di sini berbeda sama di sana, program latihannya berbeda," ujar Zoubairou kemarin.

"Saya tetap berusaha saja supaya dapat postur yang lebih ideal, kalau begitu saya harus kerja keras. Dietnya kalau sekarang saya tidak makan nasi, tapi makan tetap berjalan seperti biasa tiga kali sehari. Dari diri sendiri, Alhamdulillah mungkin turun 11 kilo, sudah bisa adu lari," bebernya dikutip goal.

Sementara itu, terkait persaingan untuk mendapatkan tempat di tim inti, Zoubairou menegaskan kesiapannya untuk bersaing dengan para pemain yang usianya lebih muda, untuk mendapatkan tempat di skuad inti.

Dalam beberapa pertandingan uji coba, pelatih Tira Persikabo, Rahmad Darmawan, selalu mengandalkan bek asing asal Tajikistan Khursed Beknazarov untuk berduet dengan Herwin Tri Saputra. Kini, mereka bahkan kedatangan Andy Setyo Nugroho, setelah sempat absen latihan karena membela timnas Indonesia U-23.

"Buat saya bagus persaingan dalam hal sepakbola, itu mendorong kita supaya lebih keras untuk jadi lebih baik," tegasnya.

"Tapi untuk misalnya pemain inti tergantung pelatih. Kalau dari saya dikasih main Alhamdulillah bersyukur, kalau tidak tetap dukung tim. Karena kalau di dalam tim dibilangnya kami menang, kalah, seri bersama," tuturnya. (rin)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved