Berita Riau

PIUKR Gagasan PTPN V Mampu Naikkan Harga Bokar di Petani Hingga 23,48 Persen

Program Insentif untuk Karet Rakyat telah diterapkan di dua wilayah unit kerja PTPN V yaitu Bukit Selasih dan Sei Lindai, Riau.

PIUKR Gagasan PTPN V Mampu Naikkan Harga Bokar di Petani Hingga 23,48 Persen
istimewa
Direktur Utama (Dirut) PTPN V yang sebelumnya dijabat Mohammad Yudayat, kini digantikan oleh Jatmiko Krisna Santosa 

TRIBUNPEKANBARU.COM - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V sebuah BUMN yang bergerak di bidang perkebunan sawit dan karet di Riau, berkomitmen melakukan inovasi bisnis guna meningkatkan kinerja perseroan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani yang berada di wilayah operasionalnya. Gagas Program Insentif Untuk Karet Rakyat (PIUKR).

Program Insentif Untuk Karet Rakyat itu berupa pemberian subsidi harga bahan olah karet rakyat (bokar). Program yang dilakukan secara khusus dan terbatas ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan petani karet serta menjadi stabilisator harga karet di pasar.

Saat ini, Program Insentif untuk Karet Rakyat telah diterapkan di dua wilayah unit kerja PTPN V yaitu Bukit Selasih dan Sei Lindai, Riau.

Program yang telah dilaksanakan sejak minggu ketiga Februari 2019 itu terdiri dari sejumlah kegiatan antara lain, melakukan pembelian karet secara langsung kepada petani plasma dengan ikut serta tender yang dilaksanakan kelompok tani, melakukan pembelian bokar kepada petani rakyat dilakukan secara langsung, dan melakukan sosialisasi kepada petani untuk ikut serta dalam program ini sehingga tepat sasaran dan memberikan manfaat kepada masyarakat

Sebagai wujud BUMN Hadir Untuk Negeri, Program Insentif Untuk Karet Rakyat kata Direktur Utama PTPN V Jatmiko K. Santosa kepada wartawan, Selasa (16/4), telah terbukti dalam waktu singkat berhasil membawa manfaat positif yang besar bagi kesejahteraan petani karet di Riau. "Setelah kita lakukan Program Insentif Untuk Karet Rakyat, hasilnya terjadi peningkatan harga beli Bokar di pasar karet lokal sebesar 23,48%," ujar Dirut.

Baca: LINK STREAMING & Live Score Juventus Vs Ajax LIVE Champions League Malam Ini (Video)

Selain itu tambahnya, insentif yang diberikan juga terbukti mampu membuat pergerakan harga pasar karet lebih kompetitif dan harga tidak lagi dipermainkan oleh pengumpul besar.
"Sebelum dilakukan pemberian insentif, harga bokar di kalangan petani rata-rata sebesar Rp.7.802-Rp.8004/KgKB. Namun, setelah PTPN V aktif membeli bokar petani, harga bokar meningkat menjadi rata-rata Rp.9.336- Rp.10.117/KgKB. Artinya, harga Bokar naik rata-rata mencapai Rp. 1.539,- /KgKB," ucap Jatmiko.

Kenaikan harga bokar tersebut jelas Jatmiko, diharapkan mampu mendorong peningkatan pendapatan petani hingga rata-rata mencapai Rp. 1.539.000/bulan, dengan asumsi produktifitas per hektar: 500 KgKB/bulan dan memiliki lahan minimal 2 hektar.

"Tidak hanya itu, inisiatif bisnis ini juga mampu mendorong peningkatan kinerja perseroan. Sebab setelah pelaksanaan Program Insentif Untuk Karet Rakyat, pemenuhan kebutuhan karet PTPN V dapat terpenuhi sesuai dengan target yang telah ditetapkan," ungkap Jatmiko.

Kemudian biaya Pengolahan karet juga dapat ditekan hingga sebesar 11,33%, dengan estimasi dari Rp. 2.977/KgKK menjadi Rp. 2.639,63/KgKK."Lalu, tidak kalah pentingnya adalah meningkatnya kepercayaan petani karet untuk bekerjasama dengan PTPN V," papar Jatmiko.

Hingga minggu pertama April 2019, Program Insentif Untuk Karet Rakyat telah dinikmati hasilnya oleh total 2.923 petani, yang terdiri dari 983 orang petani di wilayah kerja Unit Pabrik Pengolahan Karet Rakyat (PPKR) Bukit Selasih (BSE) di Indra Giri Hulu dan 1.940 orang petani yang berada di wilayah Kebun Sei Lindai (SLI) di Kampar, Riau. Sementara jumlah insentif yang telah dikucurkan bagi karet petani hingga Minggu pertama April 2019, telah mencapai Rp. 3,6 miliar. Potensi untuk perluasan Program Insentif Untuk Karet Rakyat ini sangat besar mengingat jumlah petani dan luas lahan karet di Riau yang sangat besar.

Baca: UPDATE PENGEJARAN KKB PAPUA: Egianus Marah Besar TNI Tewaskan 1 Anggotanya, Polri Tambah Brimob

Saat ini, jumlah petani plasma karet di Riau sebanyak 11.921 orang (khusus jumlah Petani Plasma PTPN V sebanyak 8.931 orang) dan petani karet rakyat (mandiri) 235.908 orang. Selain itu, berdasar data Dinas Perkebunan Provinsi Riau, luas Perkebunan Karet di Riau sebesar 504.715 Ha terdiri dari 6.500 Ha kebun Inti PTPN 5 dan 17.861 Ha kebun Plasma PTPN 5. Sedangkan Plasma Swasta 5.981 Ha dan kebun rakyat 474.373 Ha.

“Kami optimistis, inovasi bisnis yang kami lakukan ini akan dapat meningkatkan pendapatan petani karet sekaligus menjadi wujud peran aktif BUMN yang selalu hadir dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup Jatmiko. (Tribunpekanbaru.com/Rino Syahril).

Saksikan juga berita video menarik Tribun Pekanbaru dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

Penulis: Rino Syahril
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved