KPU Putuskan Pemungutan Suara Ulang di Sidney

Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menindaklanjuti rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait pemungutan suara susulan di Sydney, Australia.

TRIBUNPEKANBARU.COM,JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menindaklanjuti rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait pemungutan suara susulan di Sydney, Australia.

Rekomendasi ini menyusul adanya dugaan pemilih yang tak bisa menggunakan hak pilihnya karena TPS ditutup, padahal, pemilih tersebut telah ikut mengantre di TPS.

Ketua KPU, Arief Budiman, pihaknya akan lebih dulu mengklarifikasi jumlah pemilih yang sudah mendaftar dalam antrean ke Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Sydney.

"Antrean itu kita harus lakukan klarifikasi, antrean yang panjang itu berapa orang sebetulnya yang sudah masuk dalam daftar yang akan menggunakan hak pilih. Jangan sampai antrean yang panjang itu sebetulnya belum daftar," kata Arief di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (17/4/2019).

Arief mengatakan, pihaknya hanya dapat melayani pemilih yang sudah terdaftar di formulir C7.

Pemilih yang belum tercatat di C7 hingga waktu pemungutan suara berakhir, tetap tak bisa gunakan hak pilih mereka.

Selain mengklarifikasi jumlah pemilih yang sudah masuk dalam antrean, KPU juga akan melakukan klrafikasi kategori pemilih.

"Kemudian mereka (pemilih) masuk dalam kategori apa, apakah Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) atau Daftar Pemilih Khusus (DPK)," kata Arief.

Pengkategorian itu menurutnya akan memengaruhi jumlah surat suara yang akan disediakan.

"Karena ini akan memengaruhi berapa banyak jumlah surat suara yang akan kami sediakan. Jadi kami juga akan melakukan pengecekan sampai hari ini surat suara yang ada di sana masih tersedia berapa banyak," lanjutnya.(*)

Editor: Ilham Yafiz
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved