Berita Riau

Jelang RUPS Bank Riau Kepri, EVALUASI KERJA dan Habisnya Masa Jabatan Komisaris dan Direksi

Jelang Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Riau Kepri, evaluasi kerja dan habisnya masa jabatan komisaris dan direksi

Jelang RUPS Bank Riau Kepri, EVALUASI KERJA dan Habisnya Masa Jabatan Komisaris dan Direksi
Tribun Pekanbaru/Alexander
Jelang RUPS Bank Riau Kepri, EVALUASI KERJA dan Habisnya Masa Jabatan Komisaris dan Direksi 

Jelang RUPS Bank Riau Kepri, EVALUASI KERJA dan Habisnya Masa Jabatan Komisaris dan Direksi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Jelang Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Riau Kepri, evaluasi kerja dan habisnya masa jabatan komisaris dan direksi.

Jelang dilaksanakan RUPS Bank Riau Kepri (BRK) yang akan dilaksanakan pada Senin (22/4) depan, diharapkan proses tersebut akan membuat salah satu BUMD tersebut akan semakin terus maju dan berkembang pesat kedepannya.

Akademisi dari Universitas Riau, Saiman Pakpahan menilai, proses RUPS akan membahas tentang evaluasi kerja selama 1 tahun terakhir, pencapaian, serta peluang-peluang kedepannya.

Baca: HASIL Real Count Pilpres 2019 di Siak RIAU Berdasarkan C1, JOKOWI Kalah dan PRABOWO Menang

Baca: Dishub Pekanbaru Belum Pastikan Car Free Day Saat Ramadan, Pemko Tunggu Usulan Lokasi Pasar Ramadhan

Baca: PENERIMAAN P3K di Rokan Hulu Riau, BKPP Telah Terima Seluruh BERKAS Peserta Guru PPPK yang LULUS

"Dalam RUPS akan dibahas tentang kerja dan evaluasi, serta perencanaan kedepannya, bagaimana memajukan BUMD kedepannya," kata Saiman kepada Tribun, Jumat (19/4).

Tidak hanya itu, habisnya masa jabatan Direktur Utama, Komisaris Utama, Direksi dan komisaris-komisaris lainnya, juga akan menjadi salah satu pembahasan prioritas dalam rapat kali ini.

"Habisnya masa jabatan petinggi di BRK, kemudian proses penempatan pejabat selanjutnya juga akan menjadi pembahasan penting dalam RUPS kali ini, karena hal tersebut juga akan menetukan kelanjutan dan kemajuan BUMD kedepannya," imbuh Saiman yang sebelumnya juga menjadi tim transisi Syamsuar-Edy Natar.

Dikatakan Saiman, jika pejabat-pejabat yang lama dianggap layak untuk meneruskan pekerjaan, maka tidak tertutup kemungkinan masih akan terus berlanjut, karena hal tersebut berkaitan dengan masa depan BUMD.

Namun jika dianggap harus ada penempatan orang baru, menurutnya harus bisa membuat perusahaan daerah tersebut beruntung, karena tujuan pendirian BUMD tersebut adalah menghasilkan pendapatan untuk daerah.

"Pemegang saham harus bisa memastikan bahwa, orang yang digunakan untuk menempati jabatan adalah orang yang bisa memberikan keuntungan kepada pemilik saham, dalam hal ini gubernur," ujarnya.

Baca: Soal UNBK dan UNKP Pelalawan Riau Disimpan di Kantor Polisi, Tender Proyek Tunggu Pembentukan Pokja

Baca: ICSF Korwil Riau Gelar Family Gathering ke Sumbar, Ini Rute Perjalanan dan Daerah yang Disinggahi

Baca: Banyak PENDERITA DBD Masih Anak-Anak, Seorang Anak MENINGGAL DUNIA karena DBD di Pekanbaru Riau

Karena itu, pemilik saham menurutnya harus mamiliki kriteria dalam menempatkan orang-orang yang dinilai bisa membuat BRK terus eksis dan berkembang kedepannya.

"Profesional harus tetap dikedepankan. Namun bukan berarti orang dekat tidak bisa menjabat, tapi jangan sampai menjadi pertimbangan pertama kedekatan tersebut. Ada misalnya orang dekat, jika dia mampu silahkan. Tapi kalau sekedar dekat, justru itu akan membuat BUMD semakin tidak bagus. Mampu dan orang dekat, justru lebih bagus, karena komunikasi akan jadi lues, dan pelaporan akan lebih intens setiap saat," tuturnya.

"Intinya, kita berharap agar RUPS kali ini bisa membuat BRK lebih baik dan terus eksis kedepannya," ujarnya.

Jelang RUPS Bank Riau Kepri, EVALUASI KERJA dan Habisnya Masa Jabatan Komisaris dan Direksi. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)

Penulis: Alex
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved