Rokan Hulu

Ibu Histeris Temukan Anak Gantung Diri, Sudah Ikhlas Keluarga Minta Tak Dilakukan Otopsi

Warga di RT 24 RW 07 TSM, Desa Kepenuhan Jaya, Kecamatan Kepenuhan Hulu, Kabupaten Rohul geger dengan adanya peristiwa gantung diri.

Ibu Histeris Temukan Anak Gantung Diri, Sudah Ikhlas Keluarga Minta Tak Dilakukan Otopsi
NET
Ilustrasi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PASIRPANGARAIAN - Warga di RT 24 RW 07 TSM, Desa Kepenuhan Jaya, Kecamatan Kepenuhan Hulu, Kabupaten Rohul geger dengan adanya peristiwa gantung diri.

Korban adalah pemuda berusia 25 tahun bernama Dwi Dedi Saputra. Dedi ditemukan tak bernyawa, tergantung dengan kain panjang di kamarnya.

Kapolres Rohul AKBP M Hasyim Risahondua SIK, MSi melalui Paur Humas Ipda Feri Fadli SH menerangkan, Dedi pertama kali ditemukan tak bernyawa di rumahnya oleh ibunya Ratna Wanti (48).

Ipda Feri menerangkan, penemuan korban gantung diri itu terjadi pada Sabtu (20/4/2019) sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, karena memasuki waktu Salat Magrib, Ratna hendak membangunkan anaknya, yang dikira sedang tertidur di kamarnya.

"Ibu korban sempat memanggil berulang kali. Namun tidak ada jawaban dari sang anak. Bahkan ibunya menganggap anaknya sedang tertidur pulas. Akhirnya, ibu korban membuka pintu kamar anaknya," jelas Ipda Feri, Selasa (23/4).

Betapa kagetnya ibu korban ketika membukan pintu, dia melihat putranya dalam posisi tergantung dengan kain panjang yang diikatkan di plafon.

"Ibu korban histeris dan memanggil warga sekitar. Seketika itu juga, warga berdatangan ke rumah korban," terangnya.

Melihat ibu korban histeris, di tengah kerumunan warga yang menyaksikan kejadian gantung diri itu, paman korban Edi Junaidi (37) bersama warga sekitar segera menurunkan korban dari ikatan yang menjeret leher Dedi.

"Kemudian, setelah dilaporkan ke Polsek Kepenuhan, polisi pun langsung turun ke TKP, untuk melakukan evakuasi ke rumah sakit terdekat guna dilakukan visum," imbuhnya.

Berdasarkan hasil visum, dokter mengatakan bahwa korban murni gantung diri.

Hal ini dibuktikan keluarnya cairan dari kemaluan korban, kondisi terjulurnya lidah, serta adanya bekas lilitan di leher korban.

Atas permintaan keluarga, korban tidak dilakukan otopsi dan keluarga menerima dengan iklas atas musibah itu. Sejauh ini pihak keluarga menerangkan, korban tidak ada masalah apapun.

"Berdasarkan pengakuan keluarga korban, bahwa korban tidak ada masalah, bahkan semasa hidupnya menjalankan kehidupan yang normal," pungkas Ipda Feri. (Tribunpekanbaru.com/donny kusuma putra)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved