Sumartini Bebas Dari Hukuman Pancung di Arab Saudi, Tapi Dicambuk 1.000 Kali dan Dipenjara 10 Tahun

10 tahun merasakan pengapnya sel tahanan di Arab Saudi, Sumartini Binti M Galisung akhirnya bebas. Ia dihukum penjara dan dicambuk 1.000 kali

Sumartini Bebas Dari Hukuman Pancung di Arab Saudi, Tapi Dicambuk 1.000 Kali dan Dipenjara 10 Tahun
Sumartini Bebas Dari Hukuman Pancung di Arab Saudi, Tapi Dicambuk 1.000 Kali dan Dipenjara 10 Tahun 

TRIBUNPEKANBARU.COM - 10 tahun merasakan pengapnya sel tahanan di Arab Saudi, Sumartini Binti M Galisung akhirnya bebas. Ia dihukum penjara dan dicambuk 1.000 kali karena dituduh melakukan sihir kepada keluarga majikannya di Riyadh.

Kini, tenaga kerja wanita (TKW) asal Desa Kukin, Kecamatan Moyo Utara, Sumbawa, itu kembali ke kampung halamannya.

Pulang ke tanah kelahirannya di Nusa Tenggara Barat, Kamis (25/2/2019) membuat Sumartini tak henti menyatakan rasa syukur. 

"Saya sudah tidak bisa menangis lagi, air mata saya sudah lama kering, saya dihukum 10 tahun dan dicambuk 1.000 kali di Penjara Annisa Al Malaz Riyadh, Arab Saudi. Jadi sekali cambuk 50 kali, dan saya menjalaninya 20 kali," kata Sumartini dengan suara bergetar.

Sumartini dibebaskan dari segala tuduhan yang telah melakukan ilmu sihir pada majikannya. Namun ia harus menjalani hukuman penjara selama 10 tahun atas keputusan pengadilan tingkat pertama Riyadh, Arab Saudi.

Setelah bebas dari penjara pada 23 April lalu, Sumartini dipulangkan oleh KBRI menggunakan pesawat Oman Air WY 849. Tiba di Jakarta Rabu dan sampai di Lombok, Kamis siang.

Baca: Ketahuan Berlangganan Saluran Porno, Seorang Pria Tewas Ditembak Istrinya Sendiri

Baca: Update REAL COUNT PILPRES 2019 di Riau, Prabowo - Sandiaga Uno Unggul Jauh di Kota Pekanbaru

Bukan hal mudah bagi ibu 2 anak ini bisa bebas dari hukuman pancung.

Proses persidangan yang berat dijalaninya dengan tabah.

Ia menyatakan banding atas hukuman tersebut hingga akhirnya pengadilan tingkat banding memvonisnya 10 dan hukuman cambuk.

Disetrum majikan Cerita pahit yang dialami Sumartini diluapkannya di ruang Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB H Agus Patria.

Halaman
123
Editor: rinalsagita
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved