Pemilu 2019

Bupati Yopi Doakan Warga Penerima Serangan Fajar di Inhu Riau Semakin Miskin

Dalam wawancara bersama Tribuninhu.com, Yopi menegaskan tindakan masyarakat menerima serangan fajar sebagai suatu tindakan yang memprihatinkan.

Bupati Yopi Doakan Warga Penerima Serangan Fajar di Inhu Riau Semakin Miskin
istimewa
Bupati Inhu Yopi Arianto saat menyampaikan arahan saat Musrenbang di Desa Pematang Jaya, Kecamatan Rengat Barat, Inhu, Selasa (19/2/2019). 

Bupati Yopi Doakan Warga Penerima Serangan Fajar di Inhu Riau Semakin Miskin

TRIBUNINHU.COM, RENGAT - Bupati Indragiri Hulu (Inhu), Yopi Arianto mengecam tindakan masyarakat menerima uang serangan fajar pada masa Pemilu 2019.

Dalam wawancara bersama Tribuninhu.com, Yopi menegaskan tindakan masyarakat menerima serangan fajar sebagai suatu tindakan yang memprihatinkan.

"Bagi masyarakat yang menerima gratifikasi selama Pemilu, ini sangat memprihatinkan baik keluarga maupun dirinya," kata Yopi, Senin (29/4/2019). Yopi berkata ia mendoakan masyarakat yang menerima uang serangan fajar semakin miskin.

"Bupati mendoakan masyarakat dengan menerima uang serangan fajar semakin miskin, semakin bodoh," tegasnya. Ia juga berkata agar masyarakat tidak menyesali pilihannya.

Baca: Pekanbaru Juara Umum Kejurda Wushu Riau 2019

Di Kabupaten Inhu sendiri saat ini ada dua dugaan pelanggaran politik uang yang sedang diproses oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Inhu.

Ketua Bawaslu Inhu, Dedi Risanto menerangkan sejauh apa proses penanganan dua dugaan pelanggaran politik uang tersebut.

Pertama dugaan politik uang yang dilaporkan oleh Misriono, salah seorang Caleg dari Partai Garuda Dapil Empat Inhu.

Misriono melaporkan salau satu Caleg Gerindra berinisial HD.

"Saat ini sedang diproses, kita sudah meminta keterangan pihak-pihak terkait," katanya.

Selain itu, Bawaslu Inhu juga menerima laporan dugaan politik uang yang dilaporkan oleh LSM Topan RI.

Baca: Terima Surat Edaran dari KemenpanRB, Bulan Ramadhan Pegawai Pemprov Pulang Lebih Cepat

Dalam laporan itu, LSM Topan RI melaporkan salah seorang Caleg PDI P dari Dapil dua Inhu berinisial HS.

"Pelapor sudah melengkapi persyaratan lapran, nanti kita rapat pleno dulu untuk menentukan apakah laporan itu bisa diregister atau tidak," katanya. (Tribuninhu.com/Bynton Simanungkalit).

Saksikan juga berita video menarik Tribun Pekanbaru dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved