Bawaslu Dalami Laporan Dugaan Pelanggaran Pemilu di Dumai 14 Hari ke Depan

Bawaslu Dumai dalam 14 hari ke depan akan mendalami laporan dugaan pemilu, berhubungan dengan penolakan PSU dan PSL di Dumai Kota.

Bawaslu Dalami Laporan Dugaan Pelanggaran Pemilu di Dumai 14 Hari ke Depan
internet
logo Bawaslu

tribunpekanbaru.com - Bawaslu Kota Dumai tengah mendalami laporan salah satu parpol, terkait adanya dugaan pelanggaran penyelenggaraan pemilu.

Komisioner Bawaslu Dumai, Agustri, mengatakan, laporan tersebut berhubungan dengan penolakan KPU Dumai untuk menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan Lanjutan (PSL) di Dapil I Kecamatan Dumai Kota, beberapa waktu lalu.

Agustri menjelaskan, surat masuk mengenai permohonan PSU dan PSL di Dumai tak bisa ditindaklanjuti oleh pihaknya, lantaran bukan wewenang Bawaslu.

"Kita akan dalami hingga 14 hari ke depan. Namun terkait permohonan PSU dan PSL tak bisa kita tindaklanjuti karena bukan kewenangan Bawaslu," paparnya pada Rabu (1/5).

Dilanjutkan, Bawaslu Dumai berencana memproses laporan dugaan pelanggaran tersebut secara internal. Tidak menutup kemungkinan, jika terdapat pelanggaran pidana, pihaknya akan melakukan proses di Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) dan administrasi di sidang Bawaslu, serta etik ke DKPP.

Terpisah, Komisioner KPU Dumai, Edi Indra menjelaskan, penolakan PSU dan PSL di beberapa TPS di Dapil I Dumai Kota, merupakan rekomendasi Bawaslu dan sudah dilaksanakan sesuai aturan berlaku dengan koordinasi bersama KPU Riau.

Dia memaparkan, usulan PSU disebabkan adanya pemilih yang tidak terdaftar di TPS, dan sudah diteliti serta dibicarakan dengan KPU Riau kenapa hal tersebut ditolak.

"KPU tidak wajib mencari surat suara ke TPS lain bagi pemilih yang mendaftar menggunakan KTP. Sedangkan logistik kertas suara yang tersedia maupun cadangan, diperuntukkan pada pemilih terdaftar di DPT. Keputusan tersebut sudah sesuai dengan aturan yang berlaku," kata Edi. (mad)

Penulis: Syahrul
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved