BPJS Kesehatan Jelaskan Pentingnya Menjadi Peserta JKN

Semua warga negara berhak mengikuti program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang selama ini digalakkan pemerintah. Dalam pelaksanaannya diselengggar

BPJS Kesehatan Jelaskan Pentingnya Menjadi Peserta JKN
grid.id
BPJS Kesehatan 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Semua warga negara berhak mengikuti program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang selama ini digalakkan pemerintah. Dalam pelaksanaannya diselengggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Bersempena dengan peringatan Hari Buruh (May Day), yang diselenggarakan oleh Lembaga Kerjasama Tripartit Provinsi Riau di Hotel Furaya, Rabu (1/5/2019), BPJS Kesehatan menyampaikan tentang pentingnya menjadi peserta program JKN yang mereka laksanakan.

Kepala Unit Pemasaran BPJS Kesehatan Cabang Pekanbaru, Alicia Ade Nursyafni menerangkan, pihaknya dalam menjalankan program JKN pemerintah, berupaya secara terus menerus agar seluruh masyarakat Indonesia dapat tercover program tersebut.

Dengan terdaftarnya masyarakat sebagai peserta BPJS Kesehatan, dan taat dalam membayarkan iurannya, maka dalam mendapatkan pelayanan kesehatan menjadi lebih terjamin, baik di fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga tingkat lanjut (Rumah Sakit).

Konsep yang diterapkan BPJS Kesehatan pada program JKN adalah "Dengan Gotong Royong Semua Tertolong".
Makna dari kalimat ini adalah, jika semua orang terdaftar sebagai peserta dan taat membayar iuran, maka sudah menjadi penolong bagi warga lainnya yang mengalami masalah kesehatan.

"Kalau kita sebagai peserta tidak mengalami masalah kesehatan, maka iuran rutin yang kita bayarkan itulah yang akan membantu orang lain yang mengalami masalah kesehatan. Bagitu juga sebaliknya. Banyak yang tanya, iuran yang dibayar peserta BPJS Kesehatan memang tak bisa kembali, tapi iuran itulah yang dimaksud semangat gotong royong semua tertolong," papar Ade.

Ade mencontohkan, satu pasien BPJS Kesehatan yang mengalami demam berdarah, biaya pengobatan yang digunakan adalah setara dengan iuran 80 orang peserta dari kelas III.

Terkait kepesertaan BPJS Kesehatan tambah Ade, memiliki dua segmen. Pertama Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari APBN/APBD yang dibayarkan pemerintah sebesar Rp 23 ribu perjiwa perbulan. Segmen ini berlaku untuk masyarakat kurang mampu.

Kemudian di segemen kedua peserta yang bukan penerima bantuan iuran seperti PNS dan karyawan, dan peserta mendiri bukan pekerja.

Alur pelayanan BPJS Kesehatan dimulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (klinik, puskesmas). Jika dalam keadaan darurat bisa langsung ke RS sakit tanpa perlu datang lagi ke pelayanan kesehatan tingkat pertama.

Saat ini BPJS Kesehatan di Pekanbaru sudah menyediakan pelayanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) kantor Walikota Pekanbaru. Di MPP masyarakat bisa mendaftar langsung, mendapatkan kartu tanpa perlu datang ke kantor BPJS Kesehatan, hingga menyanpaikan keluhan. (dri)

Penulis: Hendri Gusmulyadi
Editor: kasri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved