101.800 Lobster Gagal Diselundupkan

Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (KIPM) Pekanbaru lindungi dan lepasliarkan 101.800 ekor benih lobster.

101.800 Lobster Gagal Diselundupkan
Foto/Istimewa
Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (KIPM) Pekanbaru lindungi dan lepasliarkan benih lobster hasil tangkapan Jumat (3/5/2019). benih lobster itu sebelumnya hendak diselundupkan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (KIPM) Pekanbaru lindungi dan lepasliarkan benih lobster hasil tangkapan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Tembilahan, Jumat (3/5/2019) di Tembilahan.

Jumlah benih lobster yang diamankan oleh KPPBC Tembilahan dari upaya penyelundupan yakni sebanyak 101.800 ekor bibit.

Pengamanan dan penyelamatan benih lobster ini dilakukan karena dinilai melanggar Undang-Undang nomor 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

Selain itu upaya penyeludupan dinilai melanggar Undang Undang nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan pasal 21 yang menjelaskan setiap orang yang melakukan pemasukan dan pengeluaran ikan dan atau hasil perikanan ke wilayah Republik Indonesia harus melengkapu sertifikat kesehatan untuk konsumsi manusia.

Baca: Prosesi Balimau di Alam Mayang, Pengelola Bakal Bagikan 1.000 Kue untuk Pengunjung

Baca: 43 Mahasiswa STP Riau Diwisuda, 90 Persen Alumni Siap Kerja

"Pelaku dari penyeludupan ini juga dinilai melanggar Permen Kelautan dan Perikanan nomor 56/PERMEN-KP/2016 yang mengatur tentang penangkapan dan atau pengeluaran lobster di wilayah Republik Indonesia," kata Kasubsi Pengawasan Data Informasi Stasiun KIPM Pekanbadu, Subhan Riza didampingi Penyidik PNS BKIPM,Bachtiar.

Ia menyampaikan berdasarkan aturan, benih lobster dilarang untuk di perjualbelikan baik keluar maupun masuk kedalam wilayah Republik Indonesia.

Dikatakan pelepas liaran dari hasil tangkapan dilakukan di daerah Simeuleu Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.

"Ini kita lakukan berdasarkan amanat dari pihak Kementrian karena pertimbangan habitat yang sesuai bagi benih lobster tersebut," katanya. Ia mengatakan hasil sitaan KPPBC Tembilahan telah diterima Stasiun KIPM.

"Untuk menjaga keselamatan hidup satwa kita dari Stasiun KIPM telah melakukan reoksigen kepada seluruh bungkusan paket dari benih lobster," ucapnya.

Subhan mengatakan berdasarkan keterangan dari pihak KPPBC Tembilahan taksiran nilai dari benih lobster yang akan di selundupkan ini sebesar Rp 15.270.000.000. (Tribunpekanbaru/Ikhwanul Rubby)

Penulis: Ikhwanul Rubby
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved