Indragiri Hulu

KPU Inhu Riau Lakukan Penyelidikan Internal Terhadap Dugaan Pelanggaran PPK Rengat

KPU Indragiri Hulu (Inhu) menonaktifkan dua orang Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) berinisial RR, dan MR.

KPU Inhu Riau Lakukan Penyelidikan Internal Terhadap Dugaan Pelanggaran PPK Rengat
istimewa
FOTO ILUSTRASI - Suasana pleno KPU Kabupaten Inhu, Kamis (2/5/2019). Ditargetkan selesaikan 7 tujuh kecamatan di hari pertama. 

KPU Inhu Riau Lakukan Penyelidikan Internal Terhadap Dugaan Pelanggaran PPK Rengat

TRIBUNINHU.COM, RENGAT - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indragiri Hulu (Inhu) menonaktifkan dua orang Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) berinisial RR, dan MR.

Ketua KPU Inhu, Yenni Mairida menerangkan bahwa pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan di internal KPU Inhu.

"Berdasarkan PKPU 8 tahun 2019, tim pemeriksa itu ada tiga orang yang diketuai langsung oleh divisi hukum, anggotanya divisi SDM, dan satu lagi anggotanya kami putuskan di rapat pleno," kata Yenni kepada Tribuninhu.com akhir pekan lalu.

Yenni melanjutkan sejauh ini hasil pengawasan internal yang dilakukan ada kelalaian yang dilakukan oleh PPK Rengat terkait penunjukan operator.

"Seharusnya mereka memakai operator yang dari sekretariat sendiri atau kawan-kawan dari PPS, tidak memakai orang luar. Kalaupun memakai orang luar mungkin yang independen, tapi lebih diutamakan yang dari sekretariat," kata Yenni.

Baca: LIVE NOW! Video LIVE Streaming Trans7, Moto GP Spanyol 2019, Circuito de Jerez Milik Marquez

Yenni juga berkata pihaknya sudah mempertanyakan alasan penunjukan operator tersebut.

"Kita tanya alasannya mereka bilang tidak tahu, operator itu direkomendasikan oleh saudara MR," kata Yenni.

Di waktu yang sama PPK Rengat juga diperiksa oleh tim Penegakan hukum terpadu (Gakumdu).

Gakumdu Kabupaten Inhu saat ini tengah melakukan pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran penggelembungan suara yang dilakukan oleh Caleg PPP di Dapil I.

Diduga ada keterlibatan oknum PPK Rengat dalam dugaan tersebut. Namun hal ini sempat dibantah oleh Ketua PPK Rengat, Randa saat dikonfirmasi Tribuninhu.com beberapa waktu lalu.

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Inhu, Dedi Risanto berkata pihaknya sudah memeriksa sejumlah pihak terhadap dugaan pelanggaran ini.

"Kita sudah memeriksa Panwascamnya, ketua PPKnya sudah, anggotanya besok kita jadwalkan, dan operatornya sudah dan terlapornya juga sudah," kata Dedi.

Baca: Minim Pasokan Jelang Ramadan, Harga Bawang Putih Menjadi Rp 80 Ribu Per kilogram

Dedi berkata dalam penyelidikan pihaknya juga mempertanyakan soal dugaan gratifikasi terhadap PPK Rengat yang dilakukan oleh oknum Caleg PPP di Dapil I. Namun menurutnya ketua PPK membantah menerima gratifikasi tersebut.

"Tidak ada pengakuan, bahwa mereka tidak ada disuruh oleh siapapun," kata Dedi. Dedi juga berkata dugaan ini bisa menjurus ke pidana, apabila terbukti dilakukan secara masif. (Tribuninhu.com/Bynton Simanungkalit).

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved