Rokan Hulu

LIVE: Tradisi Potang Balimau di Rohul Riau, Bupati dan Tokoh Masyarakat akan Diarak

Tradisi Potang Balimau digelar Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), yang akan dilaksanakan, pada Minggu sore.

LIVE: Tradisi Potang Balimau di Rohul Riau, Bupati dan Tokoh Masyarakat akan Diarak

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN -‎ Tradisi Potang Balimau digelar Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), yang akan dilaksanakan, pada Minggu sore (5/5/2019), akan dipusatkan di kawasan Pujasera Water Front Ciy Kelurahan Pasirpangaraian, Kecamatan Rambah.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Rohul, Drs. Yusmar M.Si, mengungkapkan, untuk tradisi Potang Balimau di Water Front City Pasirpangaraian akan dihadiri oleh Bupati Rohul, H. Sukiman, Tokoh Agama, Tokoh Adat, serta segenap pejabat di lingkungan Pemkab Rohul.

Ia menambahkan, rencananya, Minggu sore atau usai Salat Ashar berjemaah di Masjid Jami' Desa Babussalam Kecamatan Rambah, Bupati Rohul, Sukiman bersama Tokoh Agama dan Tokoh Adat akan diarak, dan diramaikan oleh sekitar 20 grup rebana dari berbagai kecamatan.

Baca: LINK LIVE STREAMING Hudderfields Vs Manchester United (MU), Premier League 2019 (VIDEO)

Yusmar mengimbau masyarakat yang akan menghadiri tradisi Potang Balimau di Water Front City Pasirpangaraian untuk waspada, apalagi acara dekat aliran Sungai Batang Lubuh, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.‎

Diakuinya, pihaknya juga sudah meminta bantuan pengamanan oleh Polri, TNI, dan Satpol PP, serta BPBD untuk menyiapkan speedboat di sungai batang Lubuh.

‎"Tradisi Bolimau ini sebenarnya sudah berlangsung berabad-abad. Ini mengambil hikmah bahwa menghadapi bulan yang suci, masyarakat Rokan Hulu mensucikan diri dengan cara mandi. Mandinya itu kalau dulu kan tidak ada shampo tidak ada sabun, maka diambilkan limau atau jeruk untuk melunturkan lemak-lemak (di tubuh),"‎ tambah

Baca: FOTO: Potang Balimau di Tepian Sungai Siak Pekanbaru

Menurut pada hakikatnya mandi balimau adalah mensucikan diri sehari sebelum memasuki bulan suci Ramadhan atau ibadah puasa.

"Sehingga masyarakat sudah siap lahir dan batin setelah mandi balimau. Nah, ampas daripada jeruk atau bekas mandinya ini dihanyutkan ke sungai, sehingga dalam pemikiran atau dalam hati mereka bahwa seluruh yang kotor-kotor yang ada di badan dia itu sudah dibawa oleh arus ke hilir," pungkasnya. (tribunrohul.com/donny Kusuma putra).

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved