Sport

Munas Taekwondo Gagal Tetapkan Tuan Rumah Pra PON, Ini Jadwal Penetapannya Oleh PB TI

Harapan semua pengurus daerah, agar penetapan tuan rumah Pra PON cabor Taekwondo, pada Munas PB TI akhir April lalu, tidak terealisasi.

Munas Taekwondo Gagal Tetapkan Tuan Rumah Pra PON, Ini Jadwal Penetapannya Oleh PB TI
Tribun Pekanbaru/Rino Syahril
Taekwondo 

Munas Taekwondo Gagal Tetapkan Tuan Rumah Pra PON, Ini Jadwal Penetapannya Oleh PB TI

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Harapan semua pengurus daerah, agar penetapan tuan rumah Pra PON cabor Taekwondo, pada Munas PB TI akhir April lalu, tidak terealisasi.

Hingga kini belum diketahui pasti alasan rilnya. Yang pasti, dalam Munas tersebut, hanya fokus pemilihan secara aklamasi Thamrin Marzuki sebagai Ketua Umum PB TI.

Lalu, kapan penetapan tuan rumah Pra PON Taekwondo? Ketua Pengprov TI Riau H A Tambi, Minggu (5/5/2019) menjelaskan, berdasarkan hasil keputusan PB TI, bahwa penetapan tuan rumah Pra PON taekwondo, bersamaan saat digelarnya Rakernas Taekwondo di Depok, pada Juli 2019 mendatang, atau usai Lebaran Idul Fitri.

"Pada Juli nanti (penetapannya). Mudah-mudahan tidak bergeser lagi jadwalnya. Karena semua daerah juga sudah tahu," papar Tambi yang ikut dalam Munas Taekwondo kemarin, kepada Tribunpekanbaru.com.

Baca: Ibu Hamil Tiga Bulan Boleh Saja Berpuasa, Dianjurkan Konsultasi ke Dokter Lebih Dulu

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa awalnya untuk penetapan ini, akan dibahas saat Munas. Namun karena masih belum ada kesepakatan sesama pengprov dan PB TI, maka diundur. Pengunduran jadwal ini juga berkaitan dengan sistem pelaksanaan perhelatan Pra PON.

Pengprov TI Riau sendiri kata Tambi, akan mengusulkan pelaksanaan Pra PON dibagi dalam tiga zona. "Kita sarankan dibagi 3 zona yakni zona timur (pulau Kalimantan, Sulawesi, Papua), zona tengah (pulau Jawa dan sekitar) serta zona barat (Pulau Sumatera). Usulan ini sudah banyak disetujui pengurus daerah lain," akunya.

Menurut Tambi, pembagian zona ini dipastikan menguntungkan semua daerah. Sebab, akan bisa lebih banyak meloloskan atletnya pada Pra PON tersebut. Dengan demikian, harapan untuk dapat banyak tiket ke PON 2020 di Papua, sangat terbuka lebar.

"Kita minta usulan ini direalisasikan PB TI. Kita akan lakukan upaya semaksimal mungkin. Karena khusus TI Riau sendiri punya peluang besar untuk meloloskan banyak atlet ke PON di Papua. Termasuk target raihan medali emas," tegas Tambi.

Baca: Live Streaming Masterchef Indonesia, Minggu 17.00 WIB di RCTI, Tantangan Baru Peserta TOP 5 (VIDEO)

Dari beberapa cabor yang akan melaksanakan Kejurnas Pra-PON sekitar tahun 2019 ini, belum semuanya bisa ditentukan jadwal pastinya. Padahal KONI Riau sangat berharap, agar semua cabor yang mengikuti Kejurnas Pra-PON, sudah diketahui jadwal pertandingannya.

Tujuannya, agar KONI Riau bisa menghitung anggarannya plus siapa saja atlet yang akan dikirim."Kita harapkan paling lama usai Lebaran Idul Fitri ini sudah ada data cabor yang ikut Kejurnas Pra PON," pinta Ketua KONI Riau Emrizal Pakis. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).

Penulis: Rino Syahril
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved