Pemilu 2019

BAWASLU Riau Hentikan Kasus Dugaan MONEY POLITIC, Gerindra Riau: Bawaslu Minta Maaf atau Upaya Hukum

Bawaslu Riau menghentikan kasus dugaan money politic terkait caleg Gerindra, DPD Gerindra Riau lakukan kajian apakah Bawaslu minta maaf

BAWASLU Riau Hentikan Kasus Dugaan MONEY POLITIC, Gerindra Riau: Bawaslu Minta Maaf atau Upaya Hukum
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
BAWASLU Riau Hentikan Kasus Dugaan MONEY POLITIC, Gerindra Riau: Bawaslu Minta Maaf atau Upaya Hukum 

BAWASLU Riau Hentikan Kasus Dugaan MONEY POLITIC, Gerindra Riau: Bawaslu Minta Maaf atau Upaya Hukum

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Riau menghentikan kasus dugaan money politic terkait caleg Gerindra, DPD Gerindra Riau lakukan kajian apakah Bawaslu minta maaf atau upaya hukum.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pekanbaru, Indra Khalid Nasution kepada Tribunpekanbaru.com mengatakan, pihaknya sudah menghentikan kasus dugaan Money Politic Caleg Gerindra yang diamankan tanggal 16 April lalu.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan klarifikasi Bawaslu tidak ditemukan adanya Money Politic dalam kasus ini.

Baca: WOW, Rp 466 TRILIUN akan DIHABISKAN untuk PEMINDAHAN Ibukota Negara ke KALIMANTAN, APBN atau HUTANG?

Baca: BEM UNRI Hadiahi Walikota Pekanbaru Korek Kuping, Firdaus TANYA Mahasiswa Soal Upah Guru KOMITE

Baca: PRABOWO-Sandi MENANG di Kabupaten Kepulauan Meranti, PAN Peroleh Suara Terbanyak, Ini Rinciannya

"Sentra Gakkumdu telah rapat dan membuat keputusan dihentikan ditahap penyelidikan, tidak dilanjutkan untuk tahap penyidikan lagi," ujar Indra Khalid Nasution kepada Tribunpekanbaru.com Rabu (8/5/2019).

Menurut Indra Khalid Nasution dari hasil pemeriksaan kepolisian dan klarifikasi Bawaslu ternyata uang yang sebelumnya diamankan yang nilainya lebih dari Rp 500 juta tersebut tidak ada kaitan dengan Money Politic.

"Artinya tidak diberikan untuk mempengaruhi memilih atau tidak memilih, sehingga diputuskan tidak dilanjutkan," ujar Indra Khalid Nasution.

Saat ditanya pernyataan Gerindra sebelumnya yang mengatakan jika uang tersebut adalah uang saksi dan ada kesengajaan untuk menzalimi Gerindra, Indra Khalid Nasution membantah, menurutnya tidak ada niat Bawaslu ataupun Gakkumdu untuk menzalimi.

"Kita tidak ada niat menzalimi. Namun kita awalnya menemukan adanya dugaan transaksi seorang Caleg dengan tiga orang pemilih itu yang pertama," ujar Indra Khalid Nasution.

Kemudian dalam perjalanannya lanjut Indra Khalid Nasution dilakukan penyelidikan dan klarifikasi selama 14 hari dan ternyata empat orang yang diduga itu adalah distributor uang saksi.

Baca: Walikota Pekanbaru Dr Firdaus Emosi DIHADIAHI Cotton Bud oleh BEM UNRI, Akhirnya Ini yang TERJADI

Baca: Biaya PEMINDAHAN Ibukota Negara ke KALIMANTAN Rp 466 Triliun, Dananya dari APBN atau HUTANG Lagi?

Baca: HASIL Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara KPU Siak, Prabowo-Sandi MENANG, PAN Jadi Partai Pemenang

Halaman
123
Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved