Sport

Jadi Cabor Andalan Riau, Bowling Dipastikan Absen di PON Papua 2020, Ini Alasannya

Harapan cabor bowling agar bisa tampil pada PON 2020 di Papua, hingga kini belum tuntas.

Jadi Cabor Andalan Riau, Bowling Dipastikan Absen di PON Papua 2020, Ini Alasannya
ilustrasi 

Jadi Cabor Andalan Riau, Bowling Dipastikan Absen di PON Papua 2020, Ini Alasannya

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Harapan cabor bowling agar bisa tampil pada PON 2020 di Papua, hingga kini belum tuntas.

KONI Papua dan KONI Pusat, terus mematangkan keikutsertaan cabor bowling dan beberapa cabor lainnya, agar bisa menjadi peserta pesta multi event empat tahunan ini.

Hanya saja, hingga pekan pertama Mei ini tidak ada tanda-tanda akan dipertandingkannya cabor bowling ini. Bahkan agenda untuk melakukan ajang kualifikasi Pra PON juga, tidak ada tahun 2019 ini.

"Iya, cabor kita tidak ada di Pra PON dan PON 2020 di Papua," kata Kabid Binpres Pengprov Persatuan Bowling Indonesia (PBI) Riau Henrico menjawab Tribunpekanbaru.com, Rabu (8/5/2019).

Baca: Aksi Pencuri Kotak Infak di Rumah Makan Pondok Salero Pematang Reba Inhu Terekam CCTV

Tipisnya harapan cabor bowling dipertandingkan di PON Papua, menjadikan lumbung medali emas bagi Tim Riau berkurang. Sebab, cabor bowling ini sukses mempersembahkan satu medali emas bagi Tim Lancang Kuning pada PON di Jabar tahun 2016 lalu.

Adalah Hardi Rachmadian pebowling Riau sukses meraih nilai tertinggi yakni 201, sehingga mempermalukan atlet Jatim, Oskar yang finis di posisi runner-up dengan skor 190, dan pebowling Ibukota DKI Jakarta, Rian Lalisang dengan skor 170.

Tentunya dengan tidak dipertandingkan nanti bowling, KONI Riau harus mencari pundi medali di cabor lain.

"Kita sangat kecewa. Seharusnya alasan venue dan lain sebagainya tidak menjadi alasan mendasar. Banyak daerah yang dirugikan, termasuk kita. Mudah-mudahan masih ada solusi," tambah Ketua KONI Riau Emrizal Pakis pula.

Wakil Ketua Umum I KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Suwarno sebelumnya menyampaikan, sebenarnya ada beberapa cabor lagi yang tidak dipertandingkan di PON Papua nanti.

Seperti handball (bola tangan), korf ball (bola keranjang) dan arung jeram, dengan alasan Papua memiliki keterbatasan anggaran untuk menyiapkan venue cabang olahraga tersebut.

Baca: Ungguli Adian Napitupulu & PDIP, Fadli Zon dan Gerindra Raih Suara Terbanyak di Kabupaten Bogor

Meski sudah beberapa kali dilakukan pertemuan, sampai saat ini, belum ada keputusan atau kesepakatan yang dihasilkan.

"Dalam rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Joko Widodo dan disetujui sebanyak 38 cabang olahraga ditambah 12 cabang olahraga eksebisi, jadi jumlahnya 50 cabang olahraga,” kata Suwarno. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).

Saksikan juga berita video menarik Tribun Pekanbaru dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved