Ramadan

Perdalam Ilmu Agama Sambil Berwisata,Pesona Masjid Tua Peninggalan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah

Meski direvitalisasi, namun Masjid Raya Senapelan masih mempertahankan beberapa peninggalan sejarah berupa tiang asli peninggalan Sultan Siak IV.

Perdalam Ilmu Agama Sambil Berwisata,Pesona Masjid Tua Peninggalan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah
TribunPekanbaru/Dody Vladimir
Masjid Raya Senapelan Pekanbaru 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Momentum bulan Ramadan dimaksimalkan oleh segenap umat muslim untuk memperdalam ilmu agama.

Seperti halnya yang dilaksanakan di Masjid Raya Senapelan Kota Pekanbaru, masjid ini rutin menggelar kegiatan kajian Ramadan, kultum.

Kultum ini dilaksanakan hampir di setiap waktu salat. Selain tausiyah ba'da Salat Isya, masjid ini juga rutin menggelar tausiyah setelah Salat Subuh, Salat Zuhur dan Salat Ashar.

Ketua Masjid Raya Senapelan, Amrul Mukhtar menjelaskan kegiatan tersebut diisi oleh sejumlah ustadz lulusan dari dalam hingga luar negeri. Kegiatan ini sengaja digelar Masjid Raya Senapelan untuk mengisi waktu jemaah selama Ramadan.

"Dengan banyaknya kegiatan di masjid ini, Ramadan menjadi semakin berisi dan bermanfaat," ujar Amrul, Rabu (8/5/2019).

Selain tausiyah, masjid Raya Senapelan juga menggelar i'tikaf sepanjang bulan suci Ramadan. I'tikaf tersebut juga dipimpin oleh ustadz pilihan.

Dengan demikian, jemaah tidak hanya mendapatkan pahala ibadah salat saja, melainkan juga pahala lain lantaran menghadiri majelis ilmu.

"Kegiatan ini rutin kami lakukan setiap Ramadan. Selain salat, jemaah juga bisa mengisi waktu menunggu berbuka dengan menghadiri kultum," ujar Amrul.

Selain beribadah, jemaah juga bisa sekaligus berwisata religi di masjid tertua di Kota Pekanbaru ini.

Sebab, meskipun telah direvitalisasi, namun masjid ini masih mempertahankan beberapa peninggalan sejarah berupa tiang asli peninggalan Sultan Siak IV Abdul Jalil Alamuddin Syah.

Bahkan jemaah bisa langsung melihat beberapa tiang berbentuk menara tersebut di bagian tengah ruang salat.

Di kawasan masjid tersebut juga terdapat makam Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah dan beberapa keturunan serta pengikutnya.

Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah merupakan Sultan IV Kerajaan Siak Sri Indrapura, yang bergelar Marhum Bukit yang saat ini dijadikan nama jembatan di Sungai Siak Kota Pekanbaru yang belum lama ini diresmikan. (Tribunpekanbaru.com/guruh budi wibowo)

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved