Komnas HAM Selidiki Banyaknya Petugas Pemilu yang Meninggal

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan menyelidiki banyaknya petugas pemilu 2019 yang meninggal dunia.

Komnas HAM Selidiki Banyaknya Petugas Pemilu yang Meninggal
Istimewa
Selain mendapatkan santunan dari KPU RI, keluarga penyelenggara pemilu yang meninggal saat pelaksanaan Pemilu 2019 juga mendapatkan santunan dari Gubernur Riau Syamsuar. 

TRIBUNPEKANBARU.COM,JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan menyelidiki banyaknya petugas pemilu 2019 yang meninggal dunia.

Komnas HAM akan melakukan penyelidikan ini di tiga daerah yang jumlah petugas meninggalnya paling banyak.

"Kita akan laksanakan di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Banten, paling banyak di tiga daerah itu," kata Wakil Ketua Komnas HAM Hariansyah dalam jumpa pers di Kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Hariansyah mengatakan, penyelidikan ini merupakan bagian dari tanggung jawab Komnas HAM dalam pemantauan pemilu.

Menurut dia, tim Komnas HAM akan terjun ke lapangan untuk mencari tahu penyebab para petugas tersebut meninggal dunia.

"Sampai 500 lebih yang meninggal dunia, ini sebuah jumlah yang besar. Oleh karena itu kita akan selidiki penyebabnya," kata dia.

Selain itu, menurut dia tim Komnas HAM juga akan memastikan bahwa para korban yang jatuh sakit mendapat pelayanan kesehatan yang layak.

Dengan begitu, tak ada lagi korban sakit yang akhirnya harus kehilangan nyawa.

"Karena kalau kita lihat awalnya sebenarnya jumlah yang meninggal tidak sebanyak saat ini. Namun karena yang sakit akhirnya meninggal, maka jumlahnya jadi terus bertambah," kata Hariansyah.

Sebelumnya, DPR RI akan melakukan evaluasi secara menyeluruh atas pelaksanaan pemilu serentak 2019.

Selain itu, Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto meminta aparat penegak hukum melakukan visum dan pemeriksaan medis terhadap anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2019 yang meninggal selama proses rekapitulasi.(*)

Editor: Ilham Yafiz
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved