Berita Riau

Pemkab Minta Bangunan Tua Diperbaiki karena Bisa Bahayakan Pejalan Kaki

Sejumlah bangunan tua di kawasan pinggir laut kota Selatpanjang diminta agar diperbaiki karena berpotensi membahayakan pejalan kaki.

Pemkab Minta Bangunan Tua Diperbaiki karena Bisa Bahayakan Pejalan Kaki
Tribunpekanbaru.com/Teddy Tarigan
Kondisi bangunan tua yang ada di pinggir jalan Tebingtinggi, Selatpanjang, Kepulauan Meranti Rabu (8/5/2019). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Sejumlah bangunan tua di kawasan pinggir laut kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti kondisinya cukup memperihatinkan.

Hal ini menjadi perhatian Pemkab Kepulauan Meranti karena dinilai berpotensi membahayakan masyarakat.

Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti kemudian mengimbau kepada pemilik bangunan di sana untuk segera melakukan perbaikan gedung mereka.

Sekretaris daerah Kepulauan Meranti H. Yulian Norwis mengatakan bahwa bangunan-bangunan tersebut yang kebanyakan berbentuk ruko terlihat dinding dan atapnya dalam kondisi rapuh dan retak-retak.

Baca: Dalam Sidang Bawaslu, KPU Bengkalis Bantah Ada Pelanggaran Administrasi

Baca: Kenaikan Gaji PNS Sudah Dibayar Pemprov Riau

"Kita meminta kepada para pemilik bangunan tua yang berada di pinggir laut ini untuk membenahi bangunannya, karena bangunan yang rapuh tersebut sangat berbahaya, jika sewaktu-waktu ambruk dan menimpa para pejalan kaki," ujar Yulian, Kamis (9/5/2019).

Selain itu dirinya jug mengatakan massa Hak Guna Bangunan (HGB) di tepian laut yang sudah habis masa berlakunya tidak akan diperpanjang lagi.

"Kita tidak akan memperpanjang masa hak guna bangunan yang berada di pinggir laut. Karena tepian laut ini akan kita jadikan water front city. Untuk itu kedepannya bangunan yang ada ini akan kita benahi dan dialihkan ke arah darat, kita akan minta bagian tata ruang untuk meninjau," ujar Sekda.

Baca: Dishub Riau Bahas Angkutan Lebaran, Titik Rawan Bakal Disurvei

Sementara itu, Kapolres Kepulauan Meranti akan langsung menetapkan status tersangka kepada pemilik bangunan tua yang berada di tepian laut apabila bangunan tersebut menimpa para pejalan kaki dan menyebabkan korban terluka ataupun meninggal dunia.

Kapolres mengatakan penetapan itu lantaran yang bersangkutan dianggap lalai hingga akhirnya menyebabkan orang lain meninggal dunia.

Lebih lanjut, terhadap hal itu, pemilik bangunan akan dijerat dengan pasal 359 dan 360 KUHP tentang kelalaian hingga menyebabkan orang terluka dan meninggal.

"Ancaman lima tahun penjara," ujar Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP La Ode Proyek SH. (Tribunpekanbaru.com/Teddy Yohannes Tarigan)

Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved