Stasiun Krantina Ikan Gagalkan Pengiriman Arwana dan Kura-kura Tanpa Dokumen

Kedua spesies itu diamankan dari dalam kotak pengiriman barang di Terminal Kargo Badnara SSK II.

Stasiun Krantina Ikan Gagalkan Pengiriman Arwana dan Kura-kura Tanpa Dokumen
TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY
Petugas memperlihatkan dua kura-kura yang dendak dikirimkan melalui bandara SSK II Pekanbaru, Rabu (8/5/2019) tanpa dokumen resmi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Kelas I Pekanbaru berhasil mengamankan Kura-kura dan Arwana Dari Terminal Cargo Bandara SSK II Pekanbaru, Rabu (8/5/2019).

Kedua spesies itu diamankan dari dalam kotak pengiriman barang di Terminal Kargo Badnara SSK II.

Menurut Kepala SKIPM Pekanbaru Eko Sulystianto, pengiriman satwa kura-kura tersebut merupakan pelanggaran tindak karantina
ikan karena tidak dilengkapi dengan dokumen resmi.

"Pengirimannya menggunakan kantor pos, saat tindakan pengiriman barang di kargo, diketahui oleh Avsec lalu Avsec
menyerahkannya ke karantina ikan, terdapat satu ekor kura-kura, tapi dari si pengirim mengatakan ini berisi makanan, namun
saat di cek petugas, ini diisi kura-kura," kata Eko kepada Tribun, Kamis (9/5/2019).

Menurutnya, kejadian ini bukan hanya sekali, pada tanggal 4 April 2019 lalu, seekor kura-kura juga pernah diamankan di
tempat yang sama.

"Modusnya sama, kura-kura namun disebutkan makanan, jadi ada beberapa pelaku yang mencoba melakukan pengiriman tetapi tidak
dilengkapi dengan surat-surat yang jelas, kita tidak tahu tujuannya seperti apa, namun kegiatan (pengriman kura-kura, red)
ini cukup mudah sebetulnya apabila ingin mengurusnya, apalagi ini bukan kura-kura yang dilindungi," jelas Eko.

Selain dua ekor kura-kura, SKIPM juga mengamankan 24 ekor anak ikan arwana golden red pada tanggal 3 Mei 2019 lalu.

"Si pengiriman menyebutkan ini berisi makanan beku namun ternyata arwana, dan kebetulan arwana ini masuk dalam ketentuan
yang dilindungi jadi harus ada ketentuan khusus," tegas Eko.

Lebih lanjut ia menjelaskan untuk saat ini, satwa-satwa yang tujuannya dikirim ke Jakarta tersebut dalam tindak karantina
dan ditahan sementara.

Kini pihak SKIPM telah menghubungi si pengirim barang, namun pengirim tidak mengakui itu barang miliknya.

Masih dijelaskan Eko, bila tidak ada yang mengakui kepemilikan satwa itu sampai batas waktu yang ditentukan, maka satwa
tersebut akan diserahkan ke instansi terkait yang khusus menanganinya.

"Kalau seperti arwana kita akan serahkan kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), namun seperti kura-kura,
karena ini bukan hewan dilindungi nanti kita akan coba pelepasliaran, atau kita akan serahkan ke BBKSDA untuk dilakukan
pelepasliaran," jelasnya.(*)

Penulis: TheoRizky
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved