Inhu

Dua Kali Beri Alasan Sakit, Dua PPK di Rengat Ini Mangkir dari Pemanggilan Bawaslu Inhu Riau

Sudah dua kali kita panggil, namun yang bersangkutan tidak pernah hadir karena alasan sakit. Surat sakitnya juga dikirimkan kepada kita

Dua Kali Beri Alasan Sakit, Dua PPK di Rengat Ini Mangkir dari Pemanggilan Bawaslu Inhu Riau
NET
Ilustrasi 

TRIBUNINHU.COM, RENGAT - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) masih belum berhasil mengungkap soal dalang dibalik penggelembungan suara Caleg PPP di Daerap Pemilihan (Dapil) satu Inhu.

Sementara itu, dua orang petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Rengat yang diduga mengetahui soal penggelembungan suara itu, yakni RR dan MR mangkir dari pemanggilan tim Bawaslu Inhu, dengan alasan sakit.

"Sudah dua kali kita panggil, namun yang bersangkutan tidak pernah hadir karena alasan sakit. Surat sakitnya juga dikirimkan kepada kita," kata Dedi Risanto, Ketua Bawaslu Inhu ketika dikonfirmasi Tribuninhu.com, Jumat (10/9/2019).

Dedi menyampaikan pihaknya sudah mengirimkan surat pemanggilan ketiga untuk pemeriksaan yang dijadwalkan pada hari Senin (13/5/2019) mendatang.

Baca: Distribusi Air di Rengat Riau Terhambat karena Sampah Plastik Tersedot Pompa PDAM

Baca: BAWASLU Riau Hentikan Kasus Dugaan MONEY POLITIC, Gerindra Riau: Bawaslu Minta Maaf atau Upaya Hukum

Baca: Diduga Gelembungkan Suara Caleg PPP, Bawaslu Inhu Periksa Panitia Pemilih Kecamatan (PPK)

Sebelumnya Dedi menyampaikan bahwa penggelembungan suara Caleg PPP di Dapil satu Inhu tersebut terbukti benar.

Namun belum bisa diketahui siapa dalang dibalik penggelembungan suara tersebut. "Apakah itu kesengajaan atau human eror," kata Dedi.

Oleh karena itu, Dedi berkata pihaknya membutuhkan keterangan kedua PPK tersebut.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indragiri Hulu (Inhu) juga sudah menonaktifkan RR dan MR dari tugasnya sebagai ketua dan anggota PPK.

Pasalnya keduanya diduga melanggar aturan soal pemilihan operator. (Tribuninhu.com/Bynton Simanungkalit)

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved