Tahanan Rutan Siak Rusuh

UPDATE Dua Senjata Api Masih Hilang, Ini Kronologi Lengkap Kerususahan di Rutan Kelas II B Siak Riau

Anggota Polisi yang kena tembak bukan dengan peluru tajam. Lengannya terkena sedikit dengan peluru karet, sudah aman tidak ada masalah dengan hal itu

UPDATE Dua Senjata Api Masih Hilang, Ini Kronologi Lengkap Kerususahan di Rutan Kelas II B Siak Riau
.
Proses evakuasi atau pemindahan para Napi dan tahanan di Rutan Klas II B Siak sudah mulai dilakukan dengan dikawal ketat aparat kepolisian dan TNI, Sabtu (11/5/2019) siang. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK  - Kerusuhan yang terjadi di Rutan Kelas IIB Siak, Sabtu (1/5/2019) dini hari menyedot perhatian warga kabupaten Siak. Banyaknya informasi simpang siur beredar membuat masyarakat Siak khawatir bila terjadi tindak kriminal lain.

Namun, kronologis kejadian miris itu hanya diduga karena ada petugas Rutan main tangan ke warga binaan. Kasat Narkoba Polres Siak AKP Jailani yang hadir dari awal kejadian di Rutan itu sehingga menjadi korban penembakan beebagi cerita dengan media.

Pada pukul 21.00 WIB, petugas Rutan mencurigai ada Narkoba berupa sabu-sabu masuk ke dalam Rutan. Petugas meminta bantuan Polres Siak untuk melakukan penyelidikan.

"Kita dapat info ada yang mendistribusikan Narkoba dari luar, inisial T dan TN. Untuk mengecek kebenaran itu kita turunkan anggota," kata AKP Jailani saat dirawat di RSUD Siak.

Baca: FOTO : Napi Rutan Siak Dievakuasi Ke Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru

Baca: Pasca Kerusuhan Dini Hari, Siang Sabtu 81 Warga Binaan Lapas Siak Tiba di Lapas Bangkinang Riau

Pihaknya melakukan penyelidikan sampai menemukan barang bukti di tahanan perempuan. Polisi melakukan pengembangan, ternyata berkaitan dengan 3 narapidana laki-laki. Pihak kepolisian memeriksa ketiga pria di kamar tahanannya.

"Pemeriksaan selesai sampai pukul 01.00 dini hari. Kemudian kami berjalan keluar," kata dia.

Sesampai di luar terjadi keributan. AKP Jailani dan timnya mendengar teriakan-teriakan awalnya. Ternyata petugas Rutan membawa ketiga pelaku ke pos penjagaan bagian dalam. Di sana diduga terjadi kekerasan. Narapidana lain terdengar berteriak-teriak melarang tindakan kekerasan.

Situasi di dalam Rutan semakin heboh. Pada pukul 02.00 WIB, narapidana berhasil membobol pintu satu ruangan. Mereka membantu membobol pintu-pintu yang lain, sehingga seluruh Narapidana berhasil keluar.

"Saya menelepon pimpinan agar membantu menurunkan personil. Saat itu saya sudah mendengar letusan senjata api di dalam," kata dia.

Pihaknya juga meminta bantuan Damkar Siak. Beberapa mobil Damkar tiba di kompleks Rutan. Narapidana yang mengamuk melemparkan batu-batu dari dalam arah keluar. Akibatnya ditembakkan gas air mata ke bagian dalam. Narapidana semakin bersorak.

Halaman
1234
Penulis: Mayonal Putra
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved