Bawaslu Riau Catat 178 Laporan Dugaan Pelanggaran Pemilu 2019

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau sudah menerima 178 Laporan pelanggaran pemula se-Riau.

Bawaslu Riau Catat 178 Laporan Dugaan Pelanggaran Pemilu 2019
Tribun Pekanbaru/Guruh Budi Wibowo
Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan 

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau sudah menerima 178 Laporan pelanggaran pemula se-Riau.

Terbanyak laporan yang masuk soal kesalahan administrasi terutama perubahan C1 dan berita acara.

"Sampai sekarang laporan pelanggaran ada 178 dan ini masih banyak lagi kemungkinan yang masuk laporan, karena masih banyak potensi laporan dari peserta pemilu," ujar Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan kepada Tribun, Minggu (12/5/2019).

Selain didominasi kesalahan administrasi dan perubahan berita acara, ternyata ada juga beberapa pelanggaran yang menuju pada pelanggaran pidana.

"Ada juga pidana. Yang pidana baru tiga orang Meranti dua dan Inhil satu," ujar Rusidi.

178 kasus ini menurut Rusidi Rusdan sudah termasuk pelanggaran sebelum pencoblosan dan sesudah pencoblosan, namun terbanyak itu setelah proses pencoblosan dilakukan, terutama salah administrasi.

"Data ini secara keseluruhan dari tahapan awal Pemilu hingga pencoblosan dan penghitungan suara saat ini," sebutnya.

Sementara itu ada juga beberapa kasus dugaan pelanggaran pidana pemilu yang saat ini masih dalam tahap penyidikan di Sentra Gakkumdu, seperti misalnya kasus petugas di Pelalawan yang diduga bermain dengan seorang Caleg.

"Khusus yang di Pelalawan dan Inhu masih proses di Gakkumdu, masih penyidikan lebih lanjut, setelah sebelumnya dilakukan klarifikasi oleh Bawaslu," urainya.

Sebagaimana diketahui Komisioner KPU Riau Divisi Hukum, Firdaus mengatakan, hingga saat ini sudah ada empat petugas penyelenggara pemilu yang berurusan dengan hukum.

Halaman
12
Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved