Disperindag Pekanbaru Minta Intervensi Harga Bawang Putih

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru mengaku belum ada langkah pasti dalam menekan harga Bawang Putih di Kota Pekanbaru.

Disperindag Pekanbaru Minta Intervensi Harga Bawang Putih
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Bawang putih dijual di Pasar Agus Salim Pekanbaru, Rabu (8/5/2019). (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY). 

TRIBUNPEKANBARU.PEKANBARU - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru mengaku belum ada langkah pasti dalam menekan harga Bawang Putih di Kota Pekanbaru.

Harga Bawang putih saat ini masih bertahan di kisaran harga Rp 60.000/kg.

"Saat ini belum ada langkah pasti. Namun kita sedang lakukan pendataan kebutuhan bawang di Kota Pekanbaru," jelas Kepala Disperindag Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut kepada Tribun, Minggu (12/5/2019).

Menurutnya, saat ini harus ada intervensi dari pihak terkait untuk stabilisasi harga. Adanya intervensi bisa saja menekan harga bawang putih yang harganya masih terbilant mahal.

Disperindag juga sudah berkordinasi dengan Bulog Divisi Regional Riau. Kordinasi ini upaya stabilitas harga di pasaran.Tapi pasokan bawang putih di Bulog belum tersedia.

"Kita sudah kordinasi ke bulog dan pemerintah provinsi. Namun pasokan bawang putih di bulog belum ada," jelasnya.

Ia menyebut bahwa kenaikan harga bawang putih disebabkan oleh sejumlah faktor. Satu penyebabnya yakni faktor psikologis di bulan Ramadan.

Ada kecendrungan pedagang menaikan harga pada bulan Ramadhan 1440 Hijriah.

Kondisi ini diperparah dengan isu kelangkaan bawang putih. Ia belum memastikan ada rencana Operasi Pasar (OP) untuk mencegah lonjakan harga bawang putih.

Sebelumnya Satuan Tugas (Satgas) Pangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda RIau telah memastikan pasokan sejumlah komoditas ke Riau tak mengalami gangguan.

Halaman
12
Penulis: Fernando
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved