Pemko Pekanbaru Minta Pengusaha Sarang Walet Taat Aturan Urus Perizinan

DPMPTSP Kota Pekanbaru menegaskan para pemilik usaha walet di Kota Pekanbaru harus mengantongi izin.

Pemko Pekanbaru Minta Pengusaha Sarang Walet Taat Aturan Urus Perizinan
net
sarang burung walet 

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pekanbaru menegaskan para pemilik usaha walet di Kota Pekanbaru harus mengantongi izin.

Mereka tidak boleh mendirikan lokasi usaha Sarang Burung Walet tanpa izin yang jelas.

"Jadi kalau mau buat usaha sarang walet harus ada izin. Syaratnya pun harus dipenuhi," terang Kepala DPMPTSP Kota Pekanbaru, Muhammad Jamil kepada Tribun, Minggu (12/5/2019).

Menurutnya, para pengelola harus memenuhi persyaratan. Ada di antaranya persetujuan warga sekitar lokasi sarang burung walet.

Mereka juga harus punya rekomendasi dari camat setempat.

Lokasi usaha sarang walet juga harus berjarak minimal 100 meter dari pemukiman penduduk.

"Jangan sampai buat usaha sarang walet dekat pemukiman," tegas Jamil.

Pendapatan pajak daerah Kota Pekanbaru dari Pajak Sarang Burung Walet masih minim.

Sektor pajak ini cuma menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 31 juta.

Jumlah ini jauh dari target yang mencapai Rp 5 Miliar.

"Kendalanya banyak wajib pajak tidak ada di tempat. Itu kendala kami," papar Sekretaris Bapenda Kota Pekanbaru, Norpendike Prakarsa beberapa waktu lalu.

PAD pada Triwulan I tahun 2019 tidak mencapai target. Realisasi PAD Kota Pekanbaru pada tiga bulan pertama tahun 2019 hanya mencapai Rp 130 miliar.

Target awal PAD pada triwulan I tahun 2019 PAD mencapai Rp 152 miliar. (*)

Penulis: Fernando
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved