Populasi Kumbang Tanduk Meledak Akibat Replanting Kebun Sawit di Pelangiran, Inhil

Tak terkendalinya populasi kumbang tanduk, membuat perkebunan kelapa warga yang berdekatan dengan kebun sawit menjadi rusak berat.

Populasi Kumbang Tanduk Meledak Akibat Replanting Kebun Sawit di Pelangiran, Inhil
tribun pekanbaru
BPTP Riau memperlihatkan video hasil penelitian terkait ledakan populasi kumbang tanduk (oryctes rhinoceros), yang menyerang perkebunan kelapa masyarakat Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Inhil. 

tribunpekanbaru.com - Tim Kajian Organisme Pengganggu Tanaman Perkebunan dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Riau, membeberkan fakta penyebab terjadinya ledakan populasi kumbang tanduk (oryctes rhinoceros), yang menyerang perkebunan kelapa masyarakat Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Ketua Tim kajian BPTP Riau, Saripah Ulpah menjelaskan, kegiatan replanting (peremajaan) yang dilakukan PT Tabung Haji Indo Plantation (THIP), jadi penyebab meledaknya hama kumbang tersebut, dan gejalanya dimulai akhir 2017 silam.

“Serangan berat terjadi awal 2018, sesuai terjadinya waktu replanting di daerah perbatasan dengan kebun kelapa masyarakat Desa Tanjung Simpang. Titik awal serangan hama kumbang tanduk ada di areal perbatasan lahan replanting (milik THIP) dengan kebun masyarakat,” beber Saripah saat memaparkan hasil observasi lapangan yang dilakukan sejak Januari 2019.

Hasil penelitian itu dipaparkan dalam ekspos yang dipimpin Asisten II Pemkab Inhil, di lantai lima Kantor Bupati Inhil di Tembilahan, belum lama ini.

Menurutnya, dari pengamatan menggunakan jebakan (trap), intensitas serangan kumbang tanduk makin tinggi bila berada di dekat areal replanting perusahaan.

Parahnya lagi, berdasarkan data yang digali BPTP Riau selama di lapangan, kegiatan replanting tidak diketahui masyarakat karena memang tidak ada sosialisasi dari perusahaan kepada masyarakat. Padahal kegiatan perusahaan (replanting) berpotensi berdampak pada kebun masyarakat.

“Pada SOP rehabilitasi, tidak tertuang tindakan antisipasi berupa kegiatan sosialisasi kepada masyarakat yang berpotensi terdampak,” ujar dosen Univesitas Islam Riau (UIR) ini.

Sebelumnya, masyarakat Desa Tanjung Simpang, menuntut PT THIP bertanggung jawab atas rusaknya kebun kelapa masyarakat akibat diserang hama kumbang yang berasal dari replanting kebun sawit PT THIP.

Dalam beberapa kali mediasi pihak THIP menyangkal, dan mengatakan pihaknya melakukan replanting sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Untuk penyelesaian persoalan tersebut, Pemkab Inhil melaui Dinas Perkebunan menggandeng Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Riau, untuk melakukan penelitian. Selain di Desa Tanjung Simpang, BPTP Riau juga melakukan penelitian di Desa Sei Nyiur Kecamatan Tanah Merah. (odi)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved