Rokan Hulu

Dipisahkan dengan Napi Lain, LP Pasirpangaraian Dapat Limpahan 50 Warga Binaan Rutan Siak

LP Klas IIB Pasirpangaraian mendapat limpahan 50 warga binaan pindahan dari Rutan Siak usai kerusuhan beberapa waktu lalu.

Dipisahkan dengan Napi Lain, LP Pasirpangaraian Dapat Limpahan 50 Warga Binaan Rutan Siak
istimewa
Kalapas Pasirpangaraian, Muhamad Lukman mememberikan pengarahan kepada 50 warga binaan pindahan Lapas Siak, Minggu (12/5) dini hari. 

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN - Lembaga Permasyarakatan (LP) Klas IIB Pasirpangaraian mendapat limpahan 50 warga binaan pindahan dari Rutan Siak usai kerusuhan beberapa waktu lalu.

Kepala Lapas Klas IIB Pasirpangaraian, Muhamad Lukman menjelaskan, warga binaan pindahan lapas Siak ini tiba Minggu (12/5/2019) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB dengan pengawalan ketat dari petugas internal lapas dan aparat Polres Rohul.

"Kita sudah menerima 50 warga binaan pindahan dari Rutan Siak. Mereka dibawa dengan menggunakan bus tranpas Polres Rohul," katanya, Senin (13/5/2019).

Ia menjelaskan, seluruh warga binaan dari Rutan Siak yang dipindahkan ke Lapas Kelas IIB Pasirpangaraian berstatus narapidana, bukan tahanan baik kepolisian atau kejaksaan.

"Sebagian besar dari mereka merupakan narapidana kasus narkotika," imbuhnya.
50 warga binaan tersebut ditempatkan dalam 1 ruang tahanan. Mereka dipisahkan dari tahanan lain. Sementara tahanan yang sudah lama, dipindahkan ke kamar lain yang masih memungkinkan untuk diisi.

"Lapas kita kan kondisinya sudah overload, ditambah warga binaan dari Siak, tambah over lagi, jika dilihat dari persentase perbandingan isi ideal. Makanya, untuk menyikapi itu, kita atur sedemikian rupa sehingga bisa memungkinkan menampung mereka, " terangnya.

Untuk menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas, tambahnya, warga binaan asal Rutan Siak ini terlebih dahulu diberikan pengarahan sebelum ditempatkan ke kamar tahanan.

"Dengan pengamanan kita yang terbatas, kita tetap semangat, antisipatif dengan segala kemungkinan. Kita telah lakukan pendekatan persuasif, pembinaan serta layanan pemenuhan hak dan memperlakulan mereka sebagamaina mestinya dengan menjunjung tinggi martabat kemanusiaan," ujarnya.

Menurutnya, sebagian besar warga binaan pindahan Rutan Siak ini masih trauma terhadap peristiwa kerusuhan dan kabakaran yang terjadi beberapa waktu lalu.

Mereka juga trauma, karena harus dipindahkan jauh dari keluarga.

"Jadi perlu penguatan dari kita. Supaya kita lebih mudah membuat mereka berkomitmen, tentang tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama berada di dalam lapas," ujar Lukman. (Tribunpekanbaru.com/donny kusuma putra)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved