FN Coba Hindari Mesin X-Ray, Akhirnya Ketahuan Bawa 1,4 Kg Sabu

Pihak Bea Cukai Dumai menangkap pria berinisial FN yang membawa 1,4 Kg sabu, di pelabuhan Sri Junjungan Purnama, Dumai.

FN Coba Hindari Mesin X-Ray, Akhirnya Ketahuan Bawa 1,4 Kg Sabu
tribun pekanbaru
FN memperlihatkan barang bukti diduga sabu yang ia bawa, didampingi petugas polisi dan Bea Cukai Dumai. 

tribunpekanbaru.com - Bea Cukai (BC) Dumai kembali mengamankan 1.468 gram narkotika jenis methamphetanine atau sabu, pada Minggu (12/5) sore lalu.

Seorang lelaki berusia 29 tahun berinisial FN, turut diamankan petugas bersama dengan narkoba yang dikemas dalam bungkus kemasan teh China, di kawasan pelabuhan Sri Junjungan Purnama, Kota Dumai.

Kepala Bea Cukai Dumai, Fuad Fauzi mengatakan, informasi terkait rencana FN yang membawa narkoba tersebut, sudah tercium oleh pihaknya sejak jauh hari. Berdasarkan kecocokan ciri khas dan informasi di lapangan, petugas kemudian melakukan pengetatan keamanan di kawasan pelabuhan.

"Dari profil yang dihimpun di lapangan, kita melihat ada seorang dengan gerak-gerik mencurigakan. Terutama saat mendekati antrean x-ray, orang ini berusaha meninggalkan bawang bawaannya berupa tas ransel dengan tujuan menghindari petugas," sebut Fuad pada Senin (13/5).

Selanjutnya, melihat gelagat pria tersebut, petugas Bea Cukai Dumai langsung berusaha mendekati si pelaku, yang akhirnya diketahui tengah berusaha untuk kabur dari jangkauan petugas.

"Namun karena kesigapan petugas di lapangan, si pelaku akhirnya bisa dibekuk dan diamankan," tuturnya.

Pelaku yang sudah berada di tangan petugas kemudian di geledah. Namun petugas tak menemukan barang mencurigakan. Uniknya, saat di wawancara petugas, pelaku justru mengakui bahwa tas ransel yang ditinggalkannya itu adalah miliknya. Petugas pun melakukan langkah selanjutnya dengan memeriksa tas tersebut menggunakan mesin x-ray.

"Berdasarkan tampilan image x-ray, diketahui ada sesuatu barang yang mencurigakan, dan ternyata adalah bungkusan teh berwarna hijau dengan tulisan aksara China," papar Fuad.

Setelah dibongkar, ternyata isi dua bungkusan tersebut berisi kristal bening diduga methamphetamine atau sabu.

"Setelah dilakukan pengujian Narkotes, hasilnya positif merupakan methamphetamine, dan selanjutnya pelaku bersama barang bukti tersebut kita tahan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut," terangnya.

Akibat perbuatannya itu, FN kini harus mendekam di Polres Dumai untuk pemeriksaan hukum sesuai aturan yang berlaku. FN disangkakan telah melanggar UU Nomor 35/2009 tentang narkotika pasal 113 ayat 1 dan 2 dengan ancaman penjara 20 tahun atau seumur hidup. (mad)

Penulis: Syahrul
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved