Berita Riau

Spanduk kritik untuk Bawaslu Inhu Terpasang

Di Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, spanduk putih berisikan pesan yang menyebutkan Bawaslu Inhu tidur tampak terpasang di Jalan Lintas Timur.

Spanduk kritik untuk Bawaslu Inhu Terpasang
Tribun Pekanbaru/Bynton Simanungkalit
SPANDUK - Spanduk berisi pesan kritikan terhadap Bawaslu Indragiri Hulu terpasang di depan kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Senin (13/5/2019). Bawaslu mengaku baru tahu soal pemasangan spanduk tersebut. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, RENGAT - Di Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, spanduk putih berisikan pesan yang menyebutkan Bawaslu Inhu tidur tampak terpasang di Jalan Lintas Timur di depan kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Senin (13/5/2019).

Tidak hanya satu spanduk, namun tampak tiga spanduk yang dipasang tidak berjauhan.

Pada salah satu spanduk tertulis pesan, "#BAWASLU INHU TIDUR POLITIK UANG BEREDAR AWAS LU TUTUP MATA DAN TERKESAN TERLIBAT".

Pada dua spanduk lain juga berisi pesan kritik kinerja Gakumdu dan Bawaslu soal penanganan kasus politik uang yang kini ditangani oleh Bawaslu Inhu.

Baca: Sudah 2 Anggota KPPS Meninggal, KPU Kuansing Belum Serahkan Santunan

Baca: Belum Ada Temuan Cacar Monyet di Riau, Warga Diimbau Hindari Kontak dengan Hewan Asal Afrika

Terkait pemasangan spanduk tersebut, Tribun meminta konfirmasi anggota Bawaslu Inhu yang juga menjabat sebagai koordinator divisi penyelesaian sengketa di Bawaslu Inhu, Ahmad Khaerudin.

Ahmad yang dikonfirmasi melalui selularnya mengaku baru tahu soal pemasangan spanduk tersebut.

"Saya baru tahu ada pemasangan spanduk tersebut," katanya.

Dirinya menyampaikan bahwa tuduhan itu tidak berdasar dan tidak adil.

Baca: Tak Banyak yang Tahu, Ternyata Youtuber Ria Ricis Dulu Urutan Ranking Terendah di Sekolah

"Tuduhan itu tidak berdasar dan tidak fair hanya menyalahkan Bawaslu saja. Memang pintunya Bawaslu," kata Ahmad.

Ia menjelaskan bahwa dalam penanganan laporan Bawaslu Inhu tidak sendiri, namun juga ada Kepolisian dan Kejaksaan.

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini Bawaslu Inhu menangani tiga kasus politik uang.

Pertama laporan politik uang yang dilaporkan oleh LSM TOPAN RI dengan terlapor Caleg PDIP berinisial HS.

Kedua laporan dari Misriono dengan terlapor Caleg Genrinda berinisial HD.

Selain itu, Bawaslu juga menangani laporan soal dugaan politik uang pada kasus penggelembungan suara Caleg PPP di Dapil satu Inhu. (Tribunpekanbaru.com/Bynton Simanungkalit)

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved