Berita Riau

Bawaslu Riau Turunkan 8 Pengawas Kawal Penghitungan Suara Ulang ke Mandau

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Riau sendiri menurunkan 8 orang pengawasnya untuk mengawal perhitungan suara ulang di PPK Mandau

Bawaslu Riau Turunkan 8 Pengawas Kawal Penghitungan Suara Ulang ke Mandau
Istimewa
Proses penghitungan suara ulang di Mandau masih berlangsung, proses penghitungan ini sudah berjalan sejak dua minggu terakhir, ada 502 TPS yang dilakukan hitung ulang. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Penghitungan suara ulang di Kecamatan Mandau menguras energi pelaksana dan pengawas Pemilu.

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Riau sendiri menurunkan 8 orang pengawasnya untuk mengawal dan melakukan pengawasan langsung perhitungan suara ulang di Kecamatan Mandau yang masih berlangsung hingga, Selasa (14/5/2019).

Perbantuan pengawasan perhitungan suara ulang ini dilakukan karena menurut Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan ada potensi timbulnya masalah baru berupa pemindahan suara antarpartai dan internal partai politik saat pleno Kecamatan Mandau berlangsung.

Apalagi mengingat Panwascam Mandau sudah kewalahan melakukan pengawasan yang cukup panjang sejak tanggal 20 April 2019 lalu yang dipusatkan di kantor Kecamatan Mandau.

Baca: Bawaslu Isyaratkan Ada Tersangka, Jika Kasus Dugaan Tindak Pidana Pemilu Ditingkatkan ke Penyidikan

Baca: Jaring 40 Siswa SMA, Tim Gabungan Satpol PP Inhu Tertibkan Perayaaan Kelulusan Larut Malam

"Jadi diperbantukan untuk mengawasi proses penghitungan suara ulang disana, Panwascam disana pasti akan kelelahan. Makanya untuk menghindari masalah baru diturunkan dari Provinsi," ujar Rusidi Rusdan.

Rusidi menjelaskan, memang berdasarkan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan umum dan Perbawaslu Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pengawasan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara dan Penetapan Hasil Pemilu, pada Pasal 8 menjelaskan bahwa seharusnya Panwaslu Kecamatan yang melakukan pengawasan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara di tingkat kecamatan.

"Namun kita juga berhak untuk mengambil alih tugas pengawasan jika terjadi keadaan yang mendesak,"jelas Rusidi.

Rusidi Rusdan, mengingatkan penyelenggara Pemilu di Mandau untuk tidak menimbulkan masalah baru dengan memindahkan suara antar maupun internal partai.

Karena akan menimbulkan masalah lagi dan memperlambat proses penghitungan tentunya.

"Sebenarnya batas waktu untuk rekapitulasi penghitungan hasil perolehan suara yang seharusnya telah selesai di tingkat Kecamatan pada tanggal 10 Mei 2019 lalu. Namun untuk kecamatan Mandau yang hingga hari ini belum selesai, karena adanya penghitungan ulang suara di seluruh TPS, "ujar Rusidi Rusdan.

Untuk itu Bawaslu meminta kepada KPU Bengkalis mempercepat prosesnya.

Meski sudah ada kebijakan perpanjangan waktu di KPU RI, namun ada batas rekap nasional yang mesti dikejar.

"Kita berharap agar KPU Bengkalis bisa mempercepat proses rekapitulasi di Kecamatan Mandau dan tidak mengganggu jadwal rekapitulasi ditingkat Kabupaten, Provinsi maupun Nasional, "ujar Rusidi Rusdan.

Sebagaimana diketahui, persoalan di Kecamatan Mandau ini karena adanya rekomendasi Bawaslu yang meminta dilakukan penghitungan ulang suara di seluruh TPS yang jumlahnya mencapai 502 TPS.

Hingga Selasa (14/5/2019) tercatat PPK Kecamatan Mandau telah menyelesaikan 458 TPS dari 502 TPS dan masih tersisa 44 TPS yang akan dihitung ulang hingga tengah malam kemarin. (Tribunpekanbaru.com/Nasuha Nasution)

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved