Pilpres 2019

BPN Prabowo-Sandi Tolak Hasil Penghitungan Suara KPU, Ini Alasannya

BPN menolak hasil perhitungan suara pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum. Alasannya mengklaim telah terjadi banyak kecurangan yang merugikan

BPN Prabowo-Sandi Tolak Hasil Penghitungan Suara KPU, Ini Alasannya
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso, di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2019). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Badan Pemenangan Nasional ( BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengklaim telah terjadi banyak kecurangan yang merugikan pihaknya pada Pilpres 2019.

Untuk itu BPN menolak hasil perhitungan suara pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum.

"Berdasarkan hal tersebut, kami BPN Prabowo-Sandi bersama rakyat indonesia yang sadar hak demokrasinya, menyatakan menolak hasil perhitungan suara dari KPU RI yang sedang berjalan," kata Ketua BPN Djoko Santoso dalam acara mengungkap fakta-fakta kecurangan pilpres 2019 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Dalam acara tersebut, tim teknis BPN menyampaikan pemaparan mengenai berbagai kecurangan yang terjadi sebelum, saat pemungutan suara, dan sesudahnya.

Di antaranya adalah permasalahan daftar pemilih tetap fiktif, politik uang, penggunaan aparat, surat suara tercoblos hingga salah hitung di website KPU.

Menurut Djoko Santoso, permasalahan itu sudah dilaporkan oleh BPN sejak awal namun tak pernah ditindaklanjuti.

Baca: TERBARU Update Real Count Pilpres 2019 Selasa 14 Mei 2019, Data Masuk 81,73%, Prabowo 43,75%

Baca: BPN Prabowo-Sandi Minta Jokowi Maafkan Pria yang Ancam Penggal Kepalanya

Baca: Eggi Sudjana Ungkit Kasus Soeharto Tahun 1998, TKN: Jadi Jokowi Disuruh Kasih Jabatannya ke Prabowo?

"Beberapa waktu lalu kami sudah kirim surat ke KPU, tentang audit terhadap IT KPU, meminta dan mendesak di hentikan sistem penghitungan suara di KPU yang curang, terstruktur sistem," kata dia.

Dalam angka sementara Sistem Informasi Penghitungan Suara milik Komisi Pemilihan Umum (KPU), Selasa (14/5/2019), pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengungguli pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Jokowi-Ma'ruf mendapat suara 69.897.142 atau 56,31 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 54.221.717 atau 43,69 persen.

Selisih perolehan suara di antara keduanya mencapai 15.675.425 atau 12,62 persen. (Kompas.com)

Temukan kami di Facebook dan Instagram

Editor: Sesri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved