Pemilu 2019

MISTERI Kematian 15 Penyelenggara Pemilu di Riau, Dokter Sebut Bukan karena Lelah, Benarkah Diracun?

Misteri tentang sebab utama kematian 15 penyelenggara Pemilu 2019 di Riau, secara nasional ada dokter yang sebut bukan karena lelah, benarkah diracun?

MISTERI Kematian 15 Penyelenggara Pemilu di Riau, Dokter Sebut Bukan karena Lelah, Benarkah Diracun?
ist
MISTERI Kematian 15 Penyelenggara Pemilu di Riau, Dokter Sebut Bukan karena Lelah, Benarkah Diracun? 

MISTERI Kematian 15 Penyelenggara Pemilu di Riau, Dokter Sebut Bukan karena Lelah, Benarkah Diracun?

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Misteri tentang sebab utama kematian 15 penyelenggara Pemilu 2019 di Riau, secara nasional ada dokter yang sebut bukan karena lelah, benarkah diracun?

Jumlah petugas penyelenggara Pemilu 2019 yang meninggal di Riau terus bertambah, hingga Senin (13/5) dari data yang ada di KPU jumlah yang meninggal sudah mencapai 15 Orang, sedangkan yang sakit mencapai 110 orang.

Terakhir petugas yang meninggal adalah petugas dari Kabupaten Kuantan Singingi, dan petugas terbaru yang sakit juga terus bertambah yakni, ada dua petugas di Rokan Hulu dan dua orang di Kota Dumai.

Baca: BATALKAH PUASA Melihat Aurat Wanita atau GADIS SEKSI Saat Jalan di Mal? Ini Kata Ustazah Nella Lucky

Baca: Mudik Lebaran 2019 di Riau, Pemudik Gunakan Jalur Darat Diprediksi Naik Pakai Mobil Pribadi dan Sewa

Baca: Tindak Pidana Pemilu Penggelembungan Suara, Gakkumdu Tentukan Kelanjutan, Mandau Masih Hitung Ulang

"Sekarang jumlah yang meninggal sudah 15 orang yang sakit 110 orang, itu data per Senin (13/5)," ujar Komisioner KPU Riau Divisi Sosialisasi Nugroho Noto Susanto kepada Tribunpekanbaru.com.

Menurut Nugroho Noto Susanto meskipun sebelumnya sudah disampaikan data ke KPU RI untuk melengkapi data penyaluran santunan, bagi yang baru meninggal dan data yang sakit ini akan tetap dilaporkan ke KPU RI.

"Akan kami laporkan juga ke KPU RI, karena mereka juga petugas yang meninggal dalam menjalankan tugas Pemilu, "ujar Nugroho Noto Susanto.

Nugroho Noto Susanto menyampaikan pihaknya dari daerah hanya menyampaikan data ke KPU RI, sedangkan yang menentukan atau yang mengkategorikan penerima santunan masuk dalam kategori yang mana nantinya adalah KPU RI.

"Mereka (KPU RI) yang akan menentukan nanti masuk kategori mana si penerimanya," ujar Nugroho.

Sebagaimana diketahui untuk angkanya sendiri sudah ditetapkan yakni bagi keluarga yang meninggal mendapatkan Rp36 juta, untuk petugas KPPS cacat permanen Rp 30,8 juta.

Halaman
1234
Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved