Kepulauan Meranti

Pembunuhan IRT di Meranti Riau, Pelaku Sempat Bilang Dibayar Keluarga Korban Lakukan Aksinya

Kapolres berharap dengan terungkapnya kasus ini, masyarakat mendapat penjelasan yang lengkap terhadap pelaku dan motifnya.

Pembunuhan IRT di Meranti Riau, Pelaku Sempat Bilang Dibayar Keluarga Korban Lakukan Aksinya
Polres Kepulauan Meranti
Pelaku (mengenakan topeng) pembunuh IRT di Kepulauan Meranti saat keterangan pers di Mapolres Kepulauan Meranti Selasa (14/5/2019). 

Pembunuhan IRT di Meranti Riau, Pelaku Sempat Ngaku Dibayar Keluarga Korban Lakukan Aksinya

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Tersangka pembunuhan di Kepulauan Meranti Tengku Indra Gunawan (19) sempat mengaku bahwa alasan dirinya melakukan pembunuhan adalah karena disuruh.

"Dia (tersangka) awalnya mengakui bahwa disuruh, setelah tiga hari kemudian dia merubah keterangannya," ujar Kapolres.

Tersangka bahkan sempat mengatakan bahwa dirinya disuruh oleh pihak keluarga korban sendiri.

"Jadi dia mengaku bahwa dari pihak korban, lalu kita coba lakukan pencocokan ulang terkait hal tersebut hingga akhirnya pelaku mengaku," ujar Kapolres.

Saksikan juga berita video menarik Tribun Pekanbaru dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

Kapolres berharap dengan terungkapnya kasus ini, masyarakat mendapat penjelasan yang lengkap terhadap pelaku dan motifnya.

"Jadi masyarakat bisa terang benderang terhadap masalah ini, dan tidak ada lagi informasi yang simpang siur," pungkasnya.

Baca: Episode 13 My Fellow Citizens TransTV Hari Ini, Mi Young Mulai Curigai Jung Gook? (video)

Kasat Reskrim Polres Kepulauan Meranti AKP Ario Damar SH, SIK yang turut mendampingi Kapolres menambahkan bahwa alasan pelaku mengakui hal tersebut karena mengikuti perkembangan isu yang berkembang di masyarakat.

"Jadi pelaku ini pintar, dia mengikuti perkembangan pemberitaan dan informasi yang beredar di media sosial," ujar Ario Damar.

Dirinya mengatakan bahwa isu yang beredar di masyarakat pada saat itu pelaku merupakan bagian dari keluarga dekat.

"Setelah itu kita cocokkan dengan korban dan keluarga. Sehingga kita ketahui ternyata antara keluarga korban dan tersangka tidak ada saling kenal," ujarnya.

Tersangka juga saat ini sedang menjalani hukuman bebas bersyarat karena sebelumnya melakukan pencurian uang sebesar Rp 30 juta, dimana aksinya juga masih dilakukan di kota Selatpanjang.

"Jadi karena sekarang masih bebas bersyarat, mungkin hukumannya bisa lebih berat lagi," pungkas Ario.

Penangkapan terhadap pelaku dilakukan pada hari Kamis (9/5/2019).

"Kita tangkap di rumah pelaku di sekitar jalan Dorak di belakang SMEA," ujarnya.

Baca: Sehari Jadi Raja Inggris, Man City Terancam Dikeluarkan dari Liga Champions, Ada Apa?

Ario mengatakan bahwa saat melakukan olah TKP pihaknya sempat mengalami kendala karena tidak ditemukan sidik jari tersangka di TKP saat itu dan tidak ada CCTV di sepanjang jalan.

Ario mengatakan bahwa masyarakat juga turut serta dalam pengungkapan kasus ini.

"Jadi kita berterimakasih kepada masyarakat Meranti yang turut serta memberikan informasi, baik kolaborasi antara polres Meranti dengan masyarakat," ujar Ario. (Tribunpekanbaru.com/Teddy Tarigan).

Saksikan juga berita video menarik Tribun Pekanbaru dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved