Pilpres 2019

Tolak Hasil Perhitungan KPU, TKN Jokowi-Ma'ruf Sebut Prabowo Tak Hormati Pilihan Rakyat

Juru Bicara TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, menilai, capres nomor urut 02 Prabowo Subianto tak menghormati pilihan rakyat

Tolak Hasil Perhitungan KPU, TKN Jokowi-Ma'ruf Sebut Prabowo Tak Hormati Pilihan Rakyat
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Juru Bicara Tim Kampanye Nasional pasangan Joko Widodo-Maruf Amin (TKN) Ace Hasan Syadzily saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/3/2019). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Penolakan yang disampaikan Prabowo Subianto Calon presiden nomor urut 02 terhadap hasil penghitungan suara Pemilu 2019 yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) ditanggapi oleh TKN Jokowi-Ma'ruf. 

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, menilai, capres nomor urut 02 Prabowo Subianto tak menghormati pilihan rakyat dengan menolak hasil penghitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Kita harus harus menghormati pilihan rakyat. Mereka telah menentukan pilihannya untuk menjadikan Jokowi-Kiai Ma’ruf sebagai capres-cawapres 2019 ini. Seharusnya Prabowo-Sandi malu kepada rakyat," kata Ace melalui keterangan tertulis, Selasa (14/5/2019).

Ia mengatakan, Prabowo kembali mengulangi sikapnya seperti pada Pilpres 2014 yang lalu.

Saat itu, Prabowo tidak menerima hasil perhitungan KPU yang memenangkan Jokowi-Jusuf Kalla.

Hal yang sama juga dilakukan pada Pilpres 2019 ini.

Baca: UPDATE Real Count KPU: Jokowi dan Prabowo Bersaing Ketat di 6 Wilayah Ibu Kota DKI Jakarta

Baca: BPN Prabowo-Sandi Tolak Hasil Penghitungan Suara KPU, Ini Alasannya

Baca: TERBARU Update Real Count Pilpres 2019 Selasa 14 Mei 2019, Data Masuk 81,73%, Prabowo 43,75%

Prabowo juga menyatakan menolak hasil rekapitulasi suara yang akan resmi diumumkan KPU pada 22 Mei 2019.

Ace menilai, hal tersebut merupakan pembelajaran yang buruk dalam era demokrasi. Dalam demokrasi, siapapun harus siap menang dan kalah.

"Dalam sebuah survei dinyatakan bahwa 92,5 persen rakyat Indonesia menerima siapapun yang terpilih Presidennya. Rakyat sendiri memiliki kesadaran yang tinggi atas prinsip berdemokrasi ini. Justru elit-elitnya yang tidak siap berdemokrasi," lanjut politisi Golkar itu.

Prabowo sebelumnya menyatakan akan menolak hasil penghitungan suara Pemilu 2019 yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Halaman
12
Editor: Sesri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved