Kepulauan Meranti

5 Pegawai di Kepulauan Meranti Riau Berada di Kedai Kopi Saat Jam Kerja, Padahal Ini Bulan Puasa

Kita bukan menangkap yang tidak puasa, tapi karena mereka meninggalkan kantor di jam kerja, dan tidak etis selaku aparatur negara ngopi di warung kopi

5 Pegawai di Kepulauan Meranti Riau Berada di Kedai Kopi Saat Jam Kerja, Padahal Ini Bulan Puasa
Istimewa
Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kepulauan Meranti menggelar inspeksi mendadak (Sidak) pada Kamis (16/5/2019) siang. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kepulauan Meranti menggelar inspeksi mendadak (Sidak) pada Kamis (16/5/2019) siang.

Sidak dilakukan untuk memeriksa pegawai negeri sipil (PNS) maupun pegawai honor yang mangkir di jam kerja.

Melalui sidak tersebut 2 (dua) Aparatur Sipil Negara (ASN) dan 3 (tiga) PTT di lingkungan pemerintahan Kabupaten Kepulauan Meranti, terciduk mangkir di jam kerjanya.

Dari Pantauan dilapangan, sidak dimulai sekitar pukul 11.00 WIB hingga siang tengah hari.

BKD bersama Satpol PP yang terbagi menjadi 3 tim itu dengan menyisir sejumlah kedai kopi di kota Selatpanjang.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kepulauan Meranti Alizar SSos, melalui Sekretarisnya Bakharuddin MPd, mengatakan bahwa dalam sidak yang dilaksanakan sekitar satu jam itu tim berhasil menciduk 2 ASN dan 3 pegawai honorer.

Baca: Gubri Safari Ramadan ke Selatpanjang, Wabup Meranti Harapkan Bantuan Pemprov Bangun Infrastruktur

"Kita dapat di kedai kopi Jalan Diponegoro tim mendapati satu orang oknum pegawai di Dinas Capil dan dua orang honorer. Kemudian di kedai kopi Jalan Imam Bonjol tim juga mendapati satu orang oknum pegawai di Dinas Perikanan dan satu orang honorer," ujarnya.

Dijelaskan Bakharudin, dalam sidak yang dilaksanakan tersebut pihaknya bukan menangkap yang tidak puasa tetapi pegawai maupun honorer yang meninggalkan kantor di jam kerja.

"Kita bukan menangkap yang tidak puasa, tapi karena mereka meninggalkan kantor di jam kerja, dan tidak etis selaku aparatur negara ngopi di warung kopi di jam kerja apalagi di bulan ramadhan," jelasnya.

Ditambahkan Bakharuddin, adapun bagi ASN yang tertangkap tersebut akan dikenakan sanksi sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) 53 tahun 2010 dan kode etik pegawai perbup 37 tahun 2012.

Baca: VIDEO: Pelaku Pembunuhan IRT di Meranti Diringkus, Polisi Ungkap Motif Tersangka

"Untuk sanksi tergantung keputusan dari Tim Kasus yakni gabungan dari BKD, Inspektorat, Bagian Hukum dan Satpol PP. Biasanya akan dikenakan hukuman mendidik, tunda berkala atau tunda naik pangkat maupun pemberhentian bagi honorer," pungkasnya. (Tribunpekanbaru.com/ Teddy Tarigan)

Penulis: Teddy Tarigan
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved