Hentikan Travel ke Pekanbaru, Polres Dumai Temukan 1.000 Pil Ekstasi

Polisi mengejar sebuah mobil travel dari Dumai menuju Pekanbaru, setelah mendapat informasi ada penumpang yang membawa ekstasi dalam jumlah besar.

Hentikan Travel ke Pekanbaru, Polres Dumai Temukan 1.000 Pil Ekstasi
tribun pekanbaru
Kapolres Dumai, AKBP Restika P Nainggolan menunjukkan 1.000 pil ekstasi yang rencananya akan dibawa ke Tembilahan, Inhil. 

tribunpekanbaru.com - Satuan Reserse Narkotika Polres Dumai, berhasil amankan 1.000 butir pil ekstasi dari seorang kurir berinisial FP (36), warga Kota Pekanbaru, di Jalan Soekarno-Hatta Kota Dumai, pada Selasa (14/5) lalu sekitar pukul 15.00 WIB.

Kapolres Dumai AKBP Restika P Nainggolan, saat rilis media di Polres Dumai, Kamis (16/5), mengungkapkan, penangkapan ini bermula dari informasi dari masyarakat.

"Berkat informasi yang dihimpun dari masyarakat, kita berhasil menggagalkan peredaran narkotika dalam jumlah besar di Kota Dumai," katanya.

Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan di lapangan. Dari penyelidikan tersebut, tersangka FP diketahui berhubungan dengan seseorang berinisial Y, dan berjumpa di Jalan Gunung Bromo, Kota Dumai.

Dalam pertemuan tersebut, Y menyerahkan satu paket berisi narkotika jenis ekstasi untuk dibawa ke Pekanbaru.

Tim Restik Polres Dumai yang mengetahui hal tersebut, langsung melakukan pengejaran terhadap sebuah travel tujuan Pekanbaru, yang di dalamnya terdapat FP bersama pil ekstasi yang tengah menumpang. Tepat di atas Sungai Dumai di Jalan Soekarno-Hatta, mobil tersebut dihentikan dan dilakukan penggeledahan terhadap seluruh penumpang.

"Dalam penggeledahan tersebut, polisi menemukan paket besar pil ekstasi di dalam sebuah handuk berwarna merah marun yang dimasukkan dalam sebuah tas selempang," ungkapnya.

Dari pengakuan FP, diketahui dirinya menginap semalam di Kota Dumai, dan direncanakan barang haram tersebut akan diedarkan di Tembilahan, Inhil.

Restika menjelaskan, saat ini tersangka bersama barang haram bawaannya tersebut sudah diamankan di Polres Dumai guna pemeriksaan lebih lanjut.

"Tersangka merupakan seorang kurir dan sudah enam kali membawa barang tersebut. Namun berdasarkan pengakuannya, baru kali ini dari Kota Dumai," ujar Restika.

Saat ini, kepolisian tengah melacak keberadaan seseorang berinisial Y yang dimaksud oleh tersangka FP. "Sampai saat ini kita masih terus melacak keberadaan Y sebagaimana dimaksud oleh FP untuk pengembangan kasus ini," ujarnya. (mad)

Penulis: Syahrul
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved