Kuansing

Hilangkan Pandangan Saber Pungli Bak Pelihara Anak Buaya, Posko Kuansing Butuh Segera Dibentuk

Sekretaris Tim Saber Pungli Riau AKBP Ino Harianto SIK meminta pandangan bahwa Saber Pungli seperti membesarkan anak buaya agar dihilangkan.

Hilangkan Pandangan Saber Pungli Bak Pelihara Anak Buaya, Posko Kuansing Butuh Segera Dibentuk
Tribun Pekanbaru/Dian Maja Palti Siahaan
Supervisi di Kuansing, Ino Harianto: Membesarkan SABER PUNGLI Bukan Memelihara Anak BUAYA 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TELUK KUANTAN - Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Riau meminta posko Kuansing harus segera dibentuk. Hal ini dikatakan Tim Saber Pungli Riau saat berkunjung ke Kuansing, Kamis (16/5/2019).

"Posko harus segera dibentuk dan disosialisasikan ke masyarakat," kata Sekretaris Tim Saber Pungli Riau AKBP Ino Harianto SIK di aula multi media kantor Bupati Kuansing.

Menurutnya, keberadaan posko sangat penting, jadi dia meminta posko tidak berada di kantor polisi. Soal posko Saber Pungli ini memang menjadi beban ke Pemkab Kuansing. Sudah tiga tahun ini Tim Saber Pungli aktif di Kuansing namun belum memiliki posko.

"Karena kalau di kantor polisi, masyarakat masih ada yang enggan," ujar pejabat Irbid Itwasda Polda Riau .

Ia pun memuji Jabar yang menjadi role model Saber Pungli di Indonesia. Sebab dalam beberapa tahun terakhir selalu mendapatkan penghargaan."Selain itu Jabar menganggarkan Rp 5 miliar setiap tahunnya," katanya.

AKBP Ino juga meminta pandangan bahwa Saber Pungli seperti membesarkan anak buaya agar dihilangkan.

"Membesarkan siber pungli ini tidak seperti memelihara anak buaya. Jangan berpikir seperti itu,"ujarnya.

Diungkapkannya, selama ini anggapan membesarkan Tim Saber Pungli seperti memelihara anak buaya selalu berkembang. Sebab, bila besar, buaya akan memakan tuannya. Tim Saber Pungli juga demikian. Bila sudah kuat, akan menindak ASN, pihak yang membesarkannya.

"Itu anggapan salah. Sekali lagi itu salah," ujarnya.

AKBP Ino Harianto kembali menegaskan keberadaan posko Saber Pungli di Kuansing sangat dibutuhkan.

Bila tidak ada posko, maka tim tidak akan maksimal dalam bekerja menerima aduan masyarakat. Dalam hal ini pencegahan dan penindakan pungli.

"Setelah ada posko, tinggal sosialisasi ke masyarakat. Buat nomor pengaduan. Biar tahu mau mengadu ke mana," ujarnya. (Tribunpekanbaru.com/palti siahaan)

Penulis: Dian Maja Palti Siahaan
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved