Ramadan

Meski Tidak Berdinding Masjid Tanpa Dinding di Pekanbaru Tak Pernah Kemalingan

Masjid Nurul Ikhlas di Jalan Ikhlas, Kelurahan Tangkerang Timur Pekanbaru tak memiliki dinding.

Meski Tidak Berdinding Masjid Tanpa Dinding di Pekanbaru Tak Pernah Kemalingan
TRIBUNPEKANBARU/GURUH BUDI WIBOWO
Masjid Nurul Ikhlas di Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru tidak memiliki dinding. 

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU- Ramadan menjadi bulan paling ditunggu oleh umat Islam.

Di bulan suci ini, pahala atas ibadah seorang umat akan dilipatgandakan.

Tak heran jika banyak umat muslim bersyafari dari masjid ke masjid untuk mendulang pahala. Mulai dari masjid yang megah, indah, hingga yang unik.

Masjid Nurul Ikhlas misalnya, masjid yang terletak di Jalan Ikhlas, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru ini bisa memberikan sensasi ibadah yang berbeda dengan masjid yang lain.

Sebab, masjid yang dibangun tepat di pinggir Jalan Ikhlas tersebut tidak berdinding.

Sebagai penutup ruang sholat bagi jema'ah perempuan, pengurus masjid menggunakan gorden. Masjid ini hanya memiliki satu dinding di sisi arah mihrab imam saja.

Imam Masjid Nurul Ikhlas, H Tongku Shaleh Daulay mengatakan awalnya masjid tersebut bakal diberi dinding kaca. Belakangan, pengurus masjid dan masyarakat sepakat jika masjid tersebut tidak perlu menggunakan dinding kaca.

Meskipun tidak memiliki dinding kata H Tongku, masjid tersebut tidak mengalami kehilangan. Bahkan pintu pagar masjid tersebut tidak pernah dikunci sama sekali.

"Jika ada yang hilang, itu semua kita serahkan kepada Allah. Biar itu menjadi urusan Allah," ujar H Tongku, Kamis (16/5/2019).

Dijelaskan H Tongku, selain berasal dari masyarakat sekitar, jemaah masjid ini juga berasal dari para musafir. Sebab itu kata dia, masjid ini tak pernah sepi dengan aktivitas ibadah.

"Seperti Dzuhur hingga Maghrib banyak juga musafir yang mengejar waktu salat di masjid ini. Jika waktu berbuka tiba, warga sekitar juga menyiapkan takjil untuk para musafir dan jemaah lainnya," ujar H Tongku.

Selain sebagai tempat salat, masjid ini juga menjadi pusat syiar Islam di Kelurahan Tangkerang Timur.

Setiap tahunnya, masjid ini selalu menggelar lomba adzan, kaligrafi dan juga ceramah.

Bahkan masjid ini juga memiliki Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) di bagian belakang bangunannya.

"Saat ini sudah ada sekitar 50an anak-anak yang belajar ilmu agama Islam di MDTA ini. Alhamdulilah minat warga untuk menyekolahkan anak-anaknya di MDTA cukup tinggi," ujarnya. (Tribunpekanbaru.com/guruh budi wibowo)

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved