Ramadan

Sumur di Surau Al Irhaash di Senapelan Tak Pernah Kering

Meskipun tergolong tua, sumur di Surau tua Al Irhaash di Jalan Senapelan Pekanbaru tak pernah mengering.

Sumur di Surau Al Irhaash di Senapelan Tak Pernah Kering
Tribun Pekanbaru/Guruh Budi Wibowo
SURAU TUA AL IRHAASH di Pekanbaru, Saksi BISU Perjuangan LASKAR FISABILILLAH Masa Penjajahan Belanda 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Surau tua Al Irhaash di Jalan Senapelan, Kampung Bukit, Senapelan kota Pekanbaru tidak hanya menjadi saksi sejarah pada zaman penjajahan Belanda saja. Surau tua ini juga menyimpan sejumlah misteri.

Meskipun tergolong tua, sumur tersebut tak pernah mengering. Selain sebagai sumber air untuk wudhu jemaah surau zaman dulu, sumur tersebut pernah menjadi sumber air bagi warga sekitar jika musim kemarau tiba.

Pengurus Surau Al Irhaash, H Mabrur mengatakan, hingga saat ini masih ada beberapa warga yang mengambil air sumur tersebut.

Padahal surau tua tersebut telah dilengkapi dengan sumur bor. H Mabrur mengatakan, warga menganggap air sumur mujarab dan berkah.

"Kadang-kadang ada yang datang bawa botol kosong ke surau ini. Mereka minta air sumur tua itu, katanya untuk obat," ujar H Mabrur, Kamis (16/5/2019).

H Mabrur tidak mengetahui pasti air tersebut untuk obat penyakit apa bagi warga yang minta. Sebab, warga tersebut juga tak pernah mengatakan jenis penyakit yang dideritanya.

"Saya tak pernah tanya untuk obat penyakit apa. Mereka hanya bilang sumur ini merupakan berkah, jadi airnya bisa digunakan sebagai obat," ungkap Mabrur.

Meskipun tidak lagi digunakan sebagai sumber air untuk kebutuhan ibadah, namun pengurus surau tetap mempertahankan dan menjaga sumur tua tersebut.

Ia percaya, sumur tua tersebut dibuat dengan niat yang luhur dan iklhas oleh para pendiri surau tersebut.

Selain air sumurnya, surau ini juga memiliki misteri lainnya. Nama tempat ibadah ini pernah diganti nama dengan Musala Al Irhaash beberapa tahun silam. Namun, plang nama hilang dengan misterius.

"Kami buat lagi plang namanya, tapi tidak pakai musala, melainkan surau, aman-aman saja sampai sekarang. Tampaknya, Surau ini tidak ingin diganti dengan musala, meskipun nama Al Irhaash tetap dipakai," ujar H Mabrur. (Tribunpekanbaru.com/guruh budi wibowo)

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved