Kepualaun Meranti

Banyak Potensi Cagar Budaya Kepulauan Meranti Belum Terdaftar

Saat ini hanya ada 3 (tiga) benda atau situs bersejarah yang terdaftar sebagai Benda Cagar Budaya (BCB) di Kepulauan Meranti.

Banyak Potensi Cagar Budaya Kepulauan Meranti Belum Terdaftar
istimewa
Situs meriam Belanda yang terletak di Jalan M Yakub Desa Insit, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti termasuk cagar budaya bersejarah. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KEPULAUAN MERANTI - Saat ini hanya ada 3 (tiga) benda atau situs bersejarah yang terdaftar sebagai Benda Cagar Budaya (BCB) di Kepulauan Meranti.

Adapun tiga cagar budaya yang dihimpun dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Meranti, yang terdaftar sebagai BCB adalah makam Tengku Sulung Tjantik, makam Datuk Setya Indra dan makam Gembala Sari.

Seperti dikatakan Kades Tanjung Bunga, Kecamatan Pulau Berbau, Hasan, Jumat (17/5). Satu dari tiga cagar budaya yang terdaftar BCB tersebut berada di desanya yaitu Makam Datuk Setya
Indra.

" Makam Datuk Setya Indra itu berada di desa kami. Kondisinya masih bagus," ungkapnya.
Walaupun dikatakannya bahwa saat ini situs tersebut masih belum dikelola dengan baik.

"Cuma tidak berpagar, dan tidak jarang juga jadi tempat bermain anak-anak warga," ujarnya.

Beberapa peninggalan sejarah lain seperti meriam, dan beberapa makam pembesar Kerajaan Siak yang dinilai Hasan layak untuk menjadi BCB.

Bahkan dikatakan Hasan beberapa makam pembesar Kerajaan Siak yang ada di sana hilang karena tergerus abrasi.

"Beberapa diantaranya telah tenggelam ke dasar laut dampak abrasi yang mengikis daratan desa," ungkapnya.

“Yang hilang banyak. Hilang karena dampak abrasi. Adapun yang hilang itu bebeberapa diantaranya yang saya ingat seperti Makam Ratu Moyang, Makam Panglime Itam, dan Makam Sembilan Dara. Saya rasa masih banyak lagi,"ujarnya.

Selain makam yang hilang, diungkapkan Hasan, terdapat makam yang masih utuh namun masih belum terdaftar resmi sebagai BCB.

Hal itu juga dibenarkan oleh Kasi Sejarah dan Purbakala, Disdikbud Meranti, Abdullah.

"Hingga saat ini ada tiga benda cagar budaya yang sudah terdaftar. Ketiga cagar budaya itu berupa makam kuno seperti Makam Tengku Sulung Tjantik, Makam Datuk Setya Indra, dan yang terakhir Makam Gembala Sari. Namun masih ada puluhan benda cagar budaya yang bergerak dan tidak bergerak yang masih terbengkalai dan tidak terdaftar sebagai cagar budaya," ujar Abdullah.
(Tribunpekanbaru/teddy tarigan)

Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved