Berita Riau

Dishub Riau Bahas Pemetaan Titik Rawan Macet dan Kecelakaan Arus Mudik 2019

Peta rawan macet dan kecelakaan dan rawan bencana memang sangat dibutuhkan untuk panduan bagi para pemudik.

Dishub Riau Bahas Pemetaan Titik Rawan Macet dan Kecelakaan Arus Mudik 2019
Istimewa
Jalan Lintas Bangkinang -Petapahan tepatnya di Km 31-32 wilayah Desa Petapahan Kecamatan Tapung kembali mengalami rusak parah. Akibat ini terjadi kemacetan arus lalulintas di ruas jakan tersebut, Sabtu (29/12/2018). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Hingga ramadan ke 12 ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Riau belum merilis peta daerah rawan macet dan kecelakaan lalu lintas arus mudik lebaran tahun 2019. Saat ini Dishub sedang memetakan daerah macet dan kecelakaan lalu lintas arus mudik lebaran tahun ini.

Sehingga belum final lokasi dan titik mana saja yang perlu diantisipasi oleh para pemudik. "Sedang kita petakan, belum final karena masih kita buat gambar dan analisa kondisi lapangan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah kita petakan semua dan kita sampaikan ke masyarakat, kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Riau, Taufiq OH, Jumat (17/5/2019).

Meski mengaku belum menetapkan wilayah rawan macet dan kecelakaan, namun jika melihat dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pihaknya memprediksi tidak akan jauh berbeda.

Seperti daerah rawan longsor yang masih berada di wilayah perbatasan Riau - Sumatra Barat, seperti daerah XIII Koto Kampar dan Kampar Kiri Hulu.

Baca: VIDEO: Arus Mudik Lebaran di Bandara SSK II Pekanbaru Diprediksi Turun 30 Persen

Baca: FOTO : Dishub Sosialisasikan Arus Lalin Baru Untuk Hindari Kemacetan di Dekat Jembatan Siak IV

"Tapi finalnya nanti kita sampaikan lagi. Sekarang kita petakan semua, mana-mana daerah rawan longsor, termasuk rawan macet dan rawan kecelakaan," ujarnya.

Peta rawan macet dan kecelakaan dan rawan bencana memang sangat dibutuhkan untuk panduan bagi para pemudik.

Apalagi arus mudik melalui jalur darat pada tahun ini diprediksi akan mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Peningkatan jumlah pemudik melalui angkutan darat tersebut salah satu dipicu mahalnya harga tiket pesawat.

Peningkatan angkutan darat ini disebabkan tingginya harga tiket pesawat dibanding tahun sebelumnya.

"Iya, kenaikan harga tiket pesawat kita prediksi sangat berengarun terhadap meningkatnya arus mudik jalur darat . Artinya ada kemungkinan terjadi peningkatan penumpang di angkutan darat," kata Taufiq.

Baca: LARANGAN Bawa Mobil Dinas Mudik Lebaran Bagi PNS Pemko Pekanbaru, Pemudik di Inhil Lewat Jalur Laut

Baca: Harga Tiket Pesawat Mahal, Pemudik: Baru Lebaran Ini Saya Stres Gara-gara Tiket Pesawat

Baca: Angkutan Darat Lebih Terjangkau, Dishub Riau Prediksi Pemudik Pakai Bus Meningkat

Halaman
12
Penulis: Syaiful Misgio
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved