Jelang Pilwako Batam 2011
Pengembalian Form Cawako Arifin Nasir-Irwansyah Sempat Ricuh.
Saya Ketua DPC (PDS) Batam. Saya punya wibawa, jangan dipermalukan, belum ada Muscab penentuan ketua baru
TRIBUNNEWSBATAM,BATAM- Suasana ricuh sempat terjadi saat pengembalian form pendaftaran Arifin Nasir-Irwansyah,sebagai calon walikota dan wakil walikota Batam di kantor KPUD Batam, Kamis (23/9).
Dameria Nadapdap, Ketua DPC Partai Damai Sejahtera (PDS) Kota Batam, mengaku bahwa dirinya sudah dilangkahi dalam penandatanganan dukungan partainya terhadap pasangan Arifin-Irwansyah, pasalnya yang menandatangani form justru atas nama Sudianto Silitonga sebagai ketua PDS.
Namun Dameria masih merasa dirinya merupakan ketua yang masih sah yang terpilih dalam Muscab terakhir PDS, sementara dia menganggap bahwa Sudianto tidak merupakan ketua yang sah. Walaupun beberapa komponen partai menunjuk Sudianto yang merupakan wakil Dameria untuk naik sebagai ketua diakibatkan SK kepengurusan yang lama sudah berakhir.
Mantan anggota DPRD Kota Batam itu pun menolak jika Sudianto ikut membubuhkan tandatangan, pasalnya berdasarkan peraturan KPUD, tandatangan dukungan partai harus dilakukan ketua dan sekretaris.
"Saya Ketua DPC (PDS) Batam. Saya punya wibawa, jangan dipermalukan, belum ada Muscab penentuan ketua baru"tegas Dameria dengan nada suara tinggi.
Arifin Nasir yang duduk di sudut meja tempat pendaftaran bersama Irwansyah pun akhirnya angkat bicara. "Pada prinsipnya mereka mendukung saya. Jadi silahkan ditandatangani saja dulu," ungkap Arifin yang mengenakan kemeja putih dibalut dasi merah bergaris putih.
Hal ini pun ternyata cukup berhasil untuk meredam kericuhan itu. PDS Akhirnya menandatangani berkas dukungan atas nama ketua dan wakilnya, tercatat sebanyak 20 Partai pendukung yang membubuhkan tanda tangan ketua serta sekretaris partainya.
Katua Pokja pencalonan KPUD Batam, Abdurahman mengatakan akan mengklarifikasi masalah tersebut ke DPP PDS terkait dualisme pimpinan DPC PDS Batam tersebut.
"'Kita akan klarifikasi ke DPP PDS siapa ketua DPC mereka yang sah, jika tandatangan tersebut tidak sah maka dukungan PDS terhadap pasangan ini kita cabut" tegas Abdurahman.