HGU Tumpang Tindih Dengan Lahan dan Pemukiman Warga
Camat Pangkalan Lesung, Hanafi mangatakan, saat ini kondisi di Desa Tambun, Pelelawan sudah kondusif.
Penulis: Budi Rahmat | Editor:
PEKANBARU, TRIBUNPEKANBARU.COM- Camat Pangkalan Lesung, Hanafi mangatakan, saat ini kondisi di Desa Tambun, Pelelawan sudah kondusif. Namun, beberapa spanduk masih dipasang di kantor kecamatan terkait aspirasi warga.
Dikatakannya, dalam aspirasinya, warga meminta dicarikan solusi
terkait tuntutan dikeluarkannya lahan warga dari HGU perusahaan PT
Musim Mas. Warga berharap tuntutan mereka dapat diselesaikan.
"Warga inginnya kepastian hukum. Mereka ingin lahan yang dimiliki
dipastikan melalui sertifikat. Namun mengingat diatas lahan juga ada
izin HGU, warga mengaku tidak bisa mendapatkan sertifikat tersebut, "
ungkap Hanafi usai rapat dengar pendapat di ruang Komisi A DPRD Riau, Selasa (10/1)
Hanafi menambahkan, tidak hanya ada tumpang tindih persoalan lahan,
dalam HGU juga terdapat pemukiman warga. "Bahkan jarak 400 meter dari lahan HGU berdiri kantor kecamatan. Kenyataan itu yang menjadikan warga menuntut pelepasan lahan pemukiman, " tuturnya. (brt)
Dikatakannya, dalam aspirasinya, warga meminta dicarikan solusi
terkait tuntutan dikeluarkannya lahan warga dari HGU perusahaan PT
Musim Mas. Warga berharap tuntutan mereka dapat diselesaikan.
"Warga inginnya kepastian hukum. Mereka ingin lahan yang dimiliki
dipastikan melalui sertifikat. Namun mengingat diatas lahan juga ada
izin HGU, warga mengaku tidak bisa mendapatkan sertifikat tersebut, "
ungkap Hanafi usai rapat dengar pendapat di ruang Komisi A DPRD Riau, Selasa (10/1)
Hanafi menambahkan, tidak hanya ada tumpang tindih persoalan lahan,
dalam HGU juga terdapat pemukiman warga. "Bahkan jarak 400 meter dari lahan HGU berdiri kantor kecamatan. Kenyataan itu yang menjadikan warga menuntut pelepasan lahan pemukiman, " tuturnya. (brt)